Dewan Pers

Dark/Light Mode

Peringati Hari Santri Nasional

Partai Perindo Gelar Diskusi Peran Santri Dan Pesantren

Kamis, 21 Oktober 2021 21:47 WIB
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Keagamaan Abdul Khaliq Ahmad. (Foto: Ist)
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Keagamaan Abdul Khaliq Ahmad. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Partai Perindo menggelar diskusi publik tentang peran santri dan pesantren.

Webinar bertajuk "Peran Santri dan Pesantren dalam Pembangunan Ekonomi Nasional" ini akan digelar Jumat (22/10). Acara ini ditargetkan dihadiri ribuan peserta.

Berita Terkait : Satgas Perkuat Sinergi Internal Dan Eksternal Untuk Percepat Penyelesaian Sanksi WADA

"Pesertanya 1.000 orang, Insya Allah," kata Ketua DPP Partai Perindo Bidang Keagamaan Abdul Khaliq Ahmad di Jakarta, Kamis (21/10).

Ribuan peserta yang akan mengikuti diskusi secara daring tersebut, kata Khaliq, terdiri dari seluruh kader serta pengurus Partai Perindo, baik di tingkat DPP, DPW dan DPD maupun sayap partai. Termasuk di antaranya anggota dewan tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dari Partai Perindo di seluruh Indonesia serta masyarakat umum.

Berita Terkait : Gus Jazil Harap Pemerintah Tingkatkan Mutu Pendidikan Pesantren  

"Komunitas santri dan pesantren maupun masyarakat umum akan menghadiri diskusi publik yang digelar Partai Perindo besok," ungkap Khaliq.

Acara ini akan dibuka oleh Wakil Ketua Umum Partai Perindo Syafril Nasution. Adapun, pembicara dalam Webinar Partai Perindo tersebut, yaitu: Ustaz Yusuf Mansur, Kepala Badan Pengolaan Investasi dan Dana Sosial IPB/ Lembaga Perekonomian NU DR. Jaenal Effendi, dan Ketua DPP Partai Perindo Bidang Keagamaan Abdul Khaliq Ahmad.

Berita Terkait : Rais Syuriah PBNU Dorong Kiai Dan Santri Aktif Berpolitik

Khaliq menuturkan diskusi itu digelar sebagai aksi nyata dari komitmen, sinergi dan kontribusi Partai Perindo dalam memperjuangkan Indonesia Sejahtera untuk seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas santri dan pesantren.

"Santri adalah aset nasional dan sekaligus bagian yang tidak terpisahkan dari kekuatan bangsa dan negara ini," ungkapnya. [DIT]