Dewan Pers

Dark/Light Mode

Disampaikan Ke Fahri Hamzah

Jokowi Heran, Senayan Sekarang Kok Pada Diam

Kamis, 4 Nopember 2021 08:56 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lemahnya kalangan oposisi di DPR membuat Presiden Jokowi heran. Jokowi sampai bertanya ke Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah, kenapa DPR sekarang seperti loyo dalam mengawasi kerja Pemerintah.

Keheranan Jokowi ini disampaikan Fahri dalam Twitter @Fahrihamzah, kemarin. Sebelum ini, Fahri juga getol mengkritik lemahnya oposisi. Mantan Wakil Ketua DPR ini beberapa kali melemparkan tagar #oposisiMemble, #oposisiapenakut, sampai #OposisiSekongkol. Kemarin, politisi yang lahir dari rahim PKS ini kembali melancarkan serangan kepada oposisi dengan mendengungkan tagar #opososiPlongaPlongo.

Berita Terkait : Rayakan Hari Santri, Anggota Fraksi PKB Pakai Kain Sarung Di Paripurna

Kicauan Fahri diawali dengan cerita pertemuannya dengan Jokowi. Kata dia, kalimat yang pertama keluar dari Jokowi saat itu ialah pertanyaan soal oposisi. "Mas, kenapa sekarang oposisinya lemah? Kok, Senayan pada diam, banyak menteri enggak diawasi? Apa yang terjadi?” tulis Fahri, mengutip omongan Jokowi. 

Setelah itu, Fahri bernarasi panjang lebar soal sistem negara dan pentingnya perang oposisi yang kata dia, sepenuhnya ada di DPR dan DPD. Kata dia, tugas anggota legislatif adalah melakukan oposisi atau pengawasan terhadap eksekutif. 

Berita Terkait : Diperintah Jokowi, Moeldoko Gercep Cari Solusi Soal Garam Rakyat

Fahri melihat, para politisi di legislatif saat ini kurang memahami cara kerja sistem presidensial. DPR dan DPD justru terjebak pada perasaan eksekutif yang terlalu dominan, terlalu sering menang, dan merasa punya akses kepada seluruh cabang kekuasaan.

Politisi asal NTB ini menilai peran legislatif sebagai pengawas atau oposisi, kurang nampak. Terutama dalam mengorganisir diri dalam kerja kerja inti pengawasan. "Mereka lebih nampak sibuk melakukan tugas tugas-tugas lain terutama bansos. Itu bukan kerja oposisi! Itu keliru!” tudingnya.

Berita Terkait : Bandara Berguguran, Sayang Seribu Sayang

Ia pun mengkritik partai yang tak masuk koalisi Pemerintah yang diam saja. Karena itu, kata dia, banyak masyarakat yang menilai legislatif bersekongkol dengan eksekutif. Sebab, terlalu banyak persoalan yang lewat tanpa oposisi yang memadai. Ia mengaku khawatir dengan fenomena ini mengingat usia dari pemerintahan eksekutif masih cukup panjang. “Hukum alam dalam sistem ini, begitu pengawasan legislatif lemah, penyimpangan pasti merajalela. Ini dosa siapa? Ini dosa #OposisiPlangaPlongo,” tutupnya.

Saat ini, oposisi di DPR tinggal dua, yaitu PKS dan Partai Demokrat. Lalu, apa kata mereka?
 Selanjutnya