Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Dia menambahkan, pihaknya juga berharap masyarakat dan para peserta Pemilu 2024 dapat turut berpartisipasi membantu Pemerintah dalam menjaga keamanan siber. “Untuk masyarakat, saya pikir laksanakan hak pilih dengan baik sesuai prosedur yang sudah ditetapkan oleh KPU,” tutup Anton.
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Puadi mengatakan, pihaknya mewaspadai ancaman serangan siber di tahapan kampanye hingga penghitungan dan rekapitulasi suara Pemilu 2024. Pusat komando disiapkan untuk mencegah data pemilu, terutama data yang dikecualikan, agar tidak bocor ke pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Baca juga : Lagi, Sergio Aguero Kena Serangan Jantung
Dia mengatakan, ancaman serangan siber kepada penyelenggara pemilu selalu mengintai dalam setiap tahapan. ”Serangan siber paling rentan terjadi di tahapan kampanye dan meningkat saat penghitungan dan rekapitulasi suara,” tuturnya.
Kepala Lembaga Riset Keamanan dan Komunikasi (Communication and Information System Security Research/CISSReC), Pratama Persadha mengatakan, persaingan politik yang memanas antar peserta pemilu membuat ancaman serangan siber terhadap penyelenggara meningkat. Karena itu, penyelenggara pemilu perlu memperkuat pengamanan sistem secara rutin.
Baca juga : Lawan Irlandia, Prancis Menang Tipis
“Dalam era digital, serangan siber dapat menjadi ancaman serius bagi penyelenggara pemilu. Terlebih, KPU dan Bawaslu banyak menggunakan teknologi dalam pelaksanaan tahapan pemilu,” ungkap Pratama. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya