Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Cawapres Prabowo Berpatokan Ke Survei, Mimpi Imin Bisa Buyar

Senin, 31 Juli 2023 08:31 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Gerindra menginginkan Cawapres untuk Prabowo Subianto adalah sosok yang punya elektabilitas tinggi. Makanya, Gerindra akan berpatokan pada hasil survei dalam penentuan Cawapres. Jika seperti ini, mimpi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk menjadi Cawapres Prabowo, bisa buyar.

Sikap ini disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Dia menerangkan, Gerindra terus memantau perkembangan setiap hasil survei yang dilakukan lembaga nasional. Nama-nama Cawapres yang masuk papan atas akan punya kesempatan besar untuk dipasangkan dengan Prabowo di Pilpres 2024.

"Nama-nama yang disebut di setiap survei pasti masuk ke dalam radar (Cawapres Prabowo)," katanya, usai menghadiri peringatan Hari Anti Perdagangan Orang, di RPTRA Kalijodo, Jakarta Barat, kemarin.

Dia melanjutkan, semua kandidat yang memiliki elektabilitas tinggi, dipertimbangkan menjadi Cawapres Prabowo. "Bahkan, Calon Presiden yang lainnya pun masuk ke dalam radar (Gerindra). Tinggal koalisinya seperti apa," imbuhnya.

Keponakan Prabowo ini menambahkan, pamannya tidak pernah menutup kemungkinan memilih Cawapres dari figur mana pun. Namun, keputusan itu diserahkan sepenuhnya kepada Prabowo dan Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, sebagai pimpinan partai di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Termasuk, Partai Bulan Bintang (PBB) yang baru mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo.

Baca juga : Sah, Barnes Merapat Ke Magpies

Saras menambahkan, jika nantinya Prabowo memilih figur selain Imin, dia tetap yakin PKB tidak akan meninggalkan Gerindra. Alasannya, elektabilitas Prabowo selama ini selalu unggul dalam survei.

"Kami sih nggak khawatir. Karena kami yakin bahwa para politisi dan para pimpinan partai pun sudah bisa melihat pilihan yang terbaik untuk Indonesia siapa,” pungkas Saras.

Selama ini, Imin jarang masuk dalam papan atas survei. Contohnya, dalam survei Cawapres terbaru dari Indikator Politik Indonesia yang dirilis 23 Juli 2023.

Dalam survei itu, Menteri BUMN Erick Thohir berada di urutan teratas dengan mengantongi 18,5 persen. Posisi kedua diduduki Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 16,9 persen. Posisi ketiga ada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dengan 11,8 persen. Di urutan keempat ada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 11,4 persen. Lalu, posisi lima dipegang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan 5,5 persen. Kemudian, posisi keenam ada Menko Polhukam Mahfud MD dengan 4,9 persen. Sementara Imin ada di urutan 11 dengan elektabilitas cuma 0,8 persen.

Elektabilitas Imin itu diduga jadi alasan Gerindra yang belum juga mengumumkan Cawapres untuk Prabowo. Padahal, sudah 11 bulan koalisi antara Gerindra dan PKB dbangun.

Baca juga : Prabowo Subianto Perkasa di Survei Indikator, Ganjar dan Anies Kalah

Soal ini, Juru Bicara Prabowo, Dahnil Azhar, tak membantah, tidak juga mengiyakan. Dia hanya menerangkan, sesuai nota kesepakatan Gerindra dan PKB, penetapan Cawapres dari KKIR masih ada di Prabowo dan Imin. "Semua tergantung Pak Prabowo dan Gus Muhaimin," ujarnya, semalam.

Soal anggota koalisi, kata Dahnil, KKIR selalu bersikap terbuka. Makanya, Gerindra dan PKB terus menjalin komunikasi dan melaporkan hasil dari setiap pertemuan dengan pihak-pihak di luar koalisi.

Dengan komunikasi ini, lanjut Dahnil, diyakini bisa membuat Prabowo dan Imin bersikap realistis dalam membuat keputusan dan menentukan Cawapres. "Apa kriterianya? Tentu Pak Prabowo dan Gus Muhaimin memiliki kearifan sendiri. Beliau berdua pasti sudah berhitung," ucapnya.

Dari pihak PKB, masih pede Gerindra tidak akan memilih calon lain untuk menjadi Cawapres. Ketua DPP PKB Daniel Johan yakin, KKIR tetap solid, karena Gerindra dan PKB terikat janji politik. Dia juga mengingatkan Gerindra dengan komitmen awal sewaktu membentuk koalisi.

"Kita kembali ke kesepakatan deklarasi saja, itu yang membuat solid KIR hingga saat ini," ungkapnya, semalam.

Baca juga : Ganjar Pranowo Sukses Turunkan Jumlah Penduduk Miskin Di Jawa Tengah

Dengan sikap Gerindra tadi, Direktur Trias Politik Strategis Agung Baskoro melihat, peluang Imin menjadi Cawapres semakin tipis. Dia menilai, Erick Thohir lebih punya daya dongkrak elektabilitas, jika berkaca dari hasil survei. Imin pun bisa tersingkir dari radar Cawapres Prabowo.

"Kemungkinan Prabowo memilih nama lain dengan elektabilitas lebih besar, menimbang dinamika politik masih berubah-ubah," ucapnya, semalam.

Namun, kata Agung, untuk saat ini, penentuan Cawapres dari KKIR masih jadi kartu As Prabowo dan Imin. Sesuai perjanjian, keduanya punya hak prerogatif menentukan Capres-Cawapres dari KKIR. Sehingga dalam beberapa waktu ke depan, keduanya bakal diuji level kepemimpinannya.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka, edisi Senin (31/7), dengan judul "Cawapres Prabowo Berpatokan Ke Survei, Mimpi Imin Bisa Buyar"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.