Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Jokowi dan Bamsoet Canda-canda Soal Pasangan Capres, Bisa 2, 3 Atau 4 Pasangan

Kamis, 10 Agustus 2023 08:29 WIB
Suasana cair pertemuan Pimpinan MPR dengan Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/8). (Foto: Dok. MPR)
Suasana cair pertemuan Pimpinan MPR dengan Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/8). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemarin, Presiden Jokowi menerima Pimpinan MPR, di Istana Merdeka. Acara resminya membicarakan soal agenda Sidang Tahunan MPR dan Pidato Kenegaraan 16 Agustus nanti. Namun, di sela-sela bicara yang serius itu, Jokowi dan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), sempat canda-candaan mengenai bakal ada berapa pasangan capres di Pilpres 2024. "Pak Jokowi bilang bisa 2, 3, atau 4 pasang," kata Bamsoet.

Bamsoet datang ke Istana untuk Rapat Konsultasi dengan Jokowi mengenai pelaksanaan Sidang Tahun MPR 2023, yang akan digelar di Senayan, 16 Agustus nanti. Bamsoet datang dengan personil Wakil Ketua MPR lengkap. Yaitu Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Jazilul Fawaid, Syarief Hasan, Yandri Susanto, Hidayat Nur Wahid, Arsul Sani, dan Fadel Muhammad. Sedangkan Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno dan Seskab Pramono Anung.

Bamsoet Cs tiba di Kompleks Istana, Jakarta, pukul 13.30 WIB. Sebelum ngobrol dengan Jokowi, Bamsoet sempat menemui awak media untuk menjelaskan maksud kedatangannya. "Rapat Konsultasi persiapan Sidang Tahunan MPR, tanggal 16 Agustus," ucap Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini.

Pertemuan berlangsung sekitar 1 jam. Dalam foto-foto yang dibagikan Bamsoet ke wartawan maupun yang diunggah Jokowi di medsos, terlihat pertemuan tersebut begitu cair. Banyak tawa dan candaan.

Usai pertemuan, Bamsoet Cs membocorkan pembicaraan dengan Jokowi, kepada wartawan yang sudah menunggu. Termasuk guyonan Jokowi mengenai jumlah pasangan Capres-Cawapres di Pilpres 2024.

Baca juga : Jokowi Resmikan Venue FIBA World Cup Indonesia Arena, Bisa Buat Konser Juga

"Tadi saling menggoda di antara kami, apakah ada dua pasang, tiga pasang, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa empat pasang katanya," ucap Bamsoet. 

Ahmad Basarah, yang berdiri dari sisi sebelah kiri Bamsoet, langsung menimpali. "Kata Pak Jokowi," ucap Ketua DPP PDIP ini. Bamsoet pun mengangguk. “Kata Presiden,” imbuhnya.

Menurut Bamsoet, percakapan tersebut merupakan candaan yang menyegarkan. Percakapan itu diharapkan bisa meredakan situasi politik yang akhir-akhir ini dianggap masyarakat saling gondok-gondokan.

"Kita harus ciptakan hubungan politik senyaman mungkin. Supaya Masyarakat, publik lihat, di tingkat elite kita semua baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dipertentangkan," ucapnya.

"Pemilu harus berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan luber," lanjut dia.

Baca juga : Jangan Ada Titip Proyek Dan Barang Impor Lagi!

Bisakah Pilpres 2024 diikuti empat pasang calon? Pengamat politik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Karim Suryadi berpandangan, bisa saja. Namun, kemungkinanya kecil dan sulit terjadi. "Paling banyak tiga pasang dan minimal dua pasang," terang Karim, saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin. 

Saat ini, sudah ada tiga kandidat Capres dari tiga kubu. Yaitu Ganjar Pranowo yang diusung PDIP dan PPP, Prabowo Subianto yang didukung Gerindra dan PKB, serta Anies Baswedan dari NasDem, Demokrat, dan PKS.

Karim paham, saat ini ada dua parpol parlemen yang belum menentukan koalisi, yaitu Golkar dan PAN. Namun, dua parpol itu tidak mencukupi untuk mengajukan calon sendiri. "Bukan semata-mata hitungan presidential threshold, tapi melihat dua parpol parlemen yang belum bergabung sulit diharapkan membangun koalisi sendiri," ucap Guru Besar Komunikasi Politik UPI itu. 

Sebelumnya, Golkar, PAN, dan PPP sudah membangun Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Namun, koalisi ini seperti sudah bubar dengan bergabungnya PPP ke PDIP. Sehingga, saat ini KIB sudah tidak memenuhi syarat presidential threshold. "Akan lebih mungkin Golkar dan PAN bergabung dengan koalisi yang ada," ucapnya.

Sementara, pengamat politik dari Universitas Airlangga Prof Kacung Marijan menyatakan, masih kemungkinan muncul empat pasang calon di Pilpres asalkan Golkar dan PAN bersedia membentuk koalisi alternatif.

Baca juga : Pengamat Sebut Wacana Erick Soal Sister Club Bisa Jadi Patokan Klub Liga 1

"Tapi, kemunculan kelompok parpol pengusung itu juga tergantung pada figur yang dicalonkan. Dari figur-figur yang ada, hanya tiga yang mengemuka, yaitu Prabowo, Ganjar, dan Anies," ucapnya.

Sedangkan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menyebut, tidak ada yang aneh dari candaan Jokowi perihal kemungkinan empat pasang Capres-Cawapres. 

"Kalau Golkar dan PAN tidak bergabung dengan salah satu koalisi, keduanya bisa membentuk satu koalisi lagi dan bisa mencalonkan satu paslon. Golkar punya Capres Airlangga. Tinggal mencari Cawapres kalau PAN mau bergabung dengan Golkar. Jadi, nggak ada yang aneh dari candaan Presiden itu. Empat pasang masih mungkin kalau melihat kecukupan presidential threshold," papar Hanan, kemarin.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka, edisi Kamis (10/8), dengan judul “Jokowi & Bamsoet Canda-canda Soal Pasangan Capres, Bisa 2, 3 Atau 4 Pasangan”.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.