Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Zulhas Akui KIB Bubar, Komunikasi Tinggal Kontak-kontakan Saja

Senin, 14 Agustus 2023 22:35 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo Subianto, di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Minggu (13/8). (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo Subianto, di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Minggu (13/8). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengakui, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) sudah bubar. Bubarnya KIB terjadi setelah PAN dan Partai Golkar mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Capres.

"(KIB) sudah tidak ada,” ucap Zulhas, sapaan Zulkifli, di Jakarta, Senin (14/8).

Baca juga : Lukas Enembe Ngamuk Gebrak-gebrak Meja

KIB sebenarnya koalisi pertama yang dibentuk untuk menghadapi Pilpres 2024. Anggotanya ada tiga, yaitu Golkar, PAN, dan PPP.

PPP menjadi parpol yang pertama kali loncat dengan berkoalisi dengan PDIP mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Saat Golkar dan PAN belum mengambil sikap, KIB mengaku tetap eksis dan kompak. Namun, setelah Golkar dan PAN melabuhkan pilihan ke Prabowo, KIB dipastikan bubar. 

Baca juga : Emak-emak Borong Sembako Murah Relawan Sandiaga

“Sekarang gabung pakai nama baru kan,” ucap Zulhas.

Menteri Perdagangan ini menyatakan, dirinya bersama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto telah berdiskusi panjang sebelum memutuskan untuk mendukung Prabowo. Pertimbangannya juga banyak. Salah satunya, hasil survei yang menunjukkan Prabowo selalu leading.

Baca juga : Antara Komunikasi Dengan Koalisi

"Setelah melihat perkembangan survei-survei, akhirnya KIB memutuskan bergabung dengan Pak Prabowo," ucap dia.

Setelah bubar, komunikasi antara mantan anggota KIB pun tidak intens seperti sebelumnya. Saat ini, hanya melalui telepon. "Ya berkontak saja," tutup Zulhas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.