Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Pengamat: Jika Yusril Jadi Cawapres Prabowo, Kesinambungan Program Terjaga

Kamis, 21 September 2023 09:35 WIB
Yusril Ihza Mahendra (Foto: Ist)
Yusril Ihza Mahendra (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bakal capres Prabowo Subianto telah mendapat dukungan parpol pengusung yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Parpol ini terdiri dari Gerindra, Golkar, PAN, PBB, PSI, Gelora dan terbaru telah bergabung Partai Demokrat beberapa hari yang lalu.

Saat ini, Prabowo Subianto terus menggodok nama bakal cawapresnya. Ada tiga nama potensial yang banyak disebut. 

Ketiganya yakni, Airlangga Hartarto usulan Golkar, Erick Thohir usulan PAN, dan Yusril Ihza Mahendra usulan PBB.

Di luar itu, ada isu Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Jokowi yang kini menjabat Wali Kota Solo.

Baca juga : RI Jadi Tujuan Investasi Properti Terbaik Dunia

Ada juga beberapa nama di luar nama tersebut, antara lain Yenny Wahid, putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid.

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, dari nama-nama tersebut semua potensial mendampingi Prabowo. Termasuk nama Yusril Ihza Mahendra.

"Prabowo-Yusril itu bagus, akan sangat membantu Pak Prabowo dari sisi hukum ketatanegaraan," kata Pangi, Rabu (20/9), kepada wartawan.

Yusril adalah politisi sekaligus ahli hukum tata negara dan punya pengalaman panjang di pemerintahan.

Senada, pengamat Politik Muhammad Al-Fatih menyatakan, jika Yusril terpilih, akan sangat membantu Prabowo dalam melanjutkan program yang telah dirintis oleh Presiden Jokowi untuk menjaga kesinambungan dan kelanjutan pembangunan nasional.

Baca juga : Ini Tanggapan Jokowi Soal Kabar Prabowo Tampar Dan Cekik Wamen

Mengingat besarnya dukungan parpol, maka sebaiknya Prabowo melakukan kalkulasi politik yang jeli dan pas betul plus minus dari calon wakil presiden yang akan dipilihnya.

Hal ini untuk menghindari gesekan antara parpol pengusung maupun pendukung.

Sehingga tidak ada partai yang merajuk utamanya pasca penentuan calon wakil presiden pilihannya.

Mengingat, kepemimpinan nasional dalam masa jabatan 5 tahun ke depan, dengan tantangan krisis dan tatanan global yang terus berubah dengan cepat, maka yang dibutuhkan Prabowo adalah cawapres yang bukan saja mampu mendongkrak elektabilitas.

Namun juga, mampu membantu Prabowo dalam mengakselarasi tantangan baik regional ataupun global, tentu tidak menabrak kepentingan nasional.

Baca juga : Pengamat Beberkan Kelebihan Jika Prabowo Pilih Yusril sebagai Bacawapres

"Saya menyarankan agar Prabowo memilih cawapres dari parpol non parlemen yang bisa menjadi "alternatif" yang bisa diterima, baik oleh Gerindra sendiri maupun Golkar, PAN, Demokrat, Gelora dan PSI. Bacawapres alternatf itu adalah Ketua Umum PBB, Prof. Yusril Ihza Mahendra," kata Al Fatih.

Apalagi Yusril pernah bicara dalam suatu podcast, bahwa apabila terpilih jadi wapres, kemungkinan besar dirinya akan mundur dari Ketua Umum PBB dan sepenuhnya mem-backup Prabowo sebagai presiden. Dia ingin berdiri di atas semua golongan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.