Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Survei indEX: Prabowo-Gibran Berpeluang Menang Satu Putaran

Rabu, 8 November 2023 22:09 WIB
Infografis elektabilitas Capres-Cawapres temuan Survei Index. (Foto: Ist)
Infografis elektabilitas Capres-Cawapres temuan Survei Index. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Berhadapan dengan dua capres-cawapres, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berpeluang menang satu putaran. Temuan survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan elektabilitas Prabowo-Gibran mencapai 50,4 persen dalam simulasi tiga pasangan.

Pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD tertinggal cukup jauh dengan meraih elektabilitas 26,0 persen, sedangkan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar cukup puas dengan 16,8 persen. Sisanya 6,8 persen menyatakan tidak tahu/tidak jawab.

Dengan capaian elektabilitas salah satu pasangan lebih dari 50 persen, Pilpres 2024 bisa jadi hanya akan berlangsung satu putaran saja. Hal itu sekaligus menghapus kekhawatiran akan berlarut-larutnya proses politik jika Pilpres harus berlangsung melalui dua putaran.

“Pasangan Prabowo-Gibran berpeluang menang satu putaran dalam Pilpres 2024, dengan meraih elektabilitas lebih dari 50 persen,” ungkap Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Menurut Vivin, masuknya Gibran sebagai cawapres Prabowo memberikan energi luar biasa hingga menggenjot elektabilitas dalam simulasi tiga pasang capres-cawapres.

Baca juga : Survei indEX: Approval Rating Tinggi, Jokowi Faktor Penentu Pilpres

“Hampir pendukung capres lain dalam survei-survei sebelumnya beralih ke Prabowo-Gibran,” tandas Vivin.

“Prabowo-Gibran menjadi magnet bagi pemilih yang lebih luas dibandingkan pasangan Ganjar maupun Anies,” tandas Vivin.

Menurutnya, Gibran yang diragukan sebagian kalangan karena usianya masih sangat muda ternyata bisa mengimbangi ketokohan Mahfud dan Cak Imin yang malang-melintang di lembaga tinggi negara dan kepartaian.

Kehadiran sosok Gibran sebagai cawapres Prabowo menimbulkan kontroversi karena didasarkan pada putusan Mahkamah Konstitusi menjelang pendaftaran ke KPU. MK dituding melanggengkan politik dinasti Jokowi dengan mengubah syarat batas usia cawapres yang menghalangi Gibran.

“Konteks yang harus dilihat adalah bahwa berpasangannya Gibran dengan Prabowo menunjukkan keseriusan Jokowi meng-endorse Prabowo dalam kontestasi Pilpres 2024, di mana PDIP bersikeras mencalonkan Ganjar meskipun berisiko mengalami kekalahan,” tegas Vivin.

Baca juga : Survei LANSKAP: Prabowo-Gibran Unggul Di Pulau Jawa

Tudingan bahwa putusan MK hanya menguntungkan Gibran juga tidak beralasan, karena putusan itu membuka terobosan bagi banyak sekali anak-anak muda yang berpengalaman sebagai penyelenggara negara yang dipilih melalui pemilu, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif.

“Putusan MK membolehkan capres atau cawapres berusia di bawah 40 tahun dengan latar belakang sebagai kepala daerah maupun anggota parlemen di semua jenjang, baik DPR RI dan DPD maupun DPRD provinsi dan kabupaten/kota,” jelas Vivin.

Jika 10 persen saja dari para penyelenggara negara tersebut merupakan anak muda, ada ribuan orang yang berhak maju dalam kontestasi Pilpres.

“Ada syarat lain yang lebih krusial yaitu diusung oleh partai politik, tetapi pada prinsipnya MK telah memberikan peluang yang luas,” terang Vivin.

Seperti halnya kehadiran Jokowi dalam pentas politik nasional telah memberikan peluang bagi orang biasa di luar trah elite partai, kemunculan Gibran juga mendobrak sistem politik yang didominasi oleh kalangan politisi tua.

Baca juga : Elektabilitas Prabowo-Gibran Turun, Bukti Rakyat Telah Kecewa

“Fakta bahwa Indonesia tengah mengalami bonus demografi dan besarnya jumlah pemilih milenial dan gen Z mendasari lahirnya tokoh-tokoh muda dalam perhelatan politik, yang kemudian memungkinkan Gibran untuk maju pada kancah yang lebih strategis,” pungkas Vivin.

Survei Index Research dilakukan pada 26-31 Oktober 2023 terhadap 1200 orang mewakili semua provinsi. Responden dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) dan diwawancara tatap muka. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.