Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dapil Jabar X
Banyak Jawaranya, Istri Bupati Harus Melawan Mantan Kapolda
Jumat, 17 November 2023 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dapil Jawa Barat (Jabar) X menjadi arena pertarungan yang ketat bagi para incumbent. Selain kursi yang diperebutkan cuma tujuh, mereka juga harus bersaing dengan penantangnya yang bukan kaleng-kaleng.
Ada tujuh jawara dari dapil yang meliputi Kabupaten Kuningan, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar ini. Mereka adalah Yanuar Prihatin dari PKB, M Nurdin dari PDIP, Agun Gunandjar Sudarsa dari Partai Golkar, Surahmat Hidayat dari PKS, Asep Ahmad Maoshul Affandy dari PPP, dan Didi Irawadi Syamsuddin dari Partai Demokrat. Ada pula Ardhya Pratiwi dari Partai Gerindra. Namun, di Pileg kali ini Ardhya tidak kembali bertarung.
Dari kubu penantang ada mantan Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan alias Iwan Bule yang maju dari Gerindra. PDIP memajukan Luthfi Fauzi yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Riyadus Salikin dan Ida Nurlaela yang merupakan istri Bupati Pengandaran Jeje Wiradinata.
PKB juga menambah daya gedornya dengan menaruh eks Komisaris Bank Raya Indonesia Rina Saadah. Demokrat juga coba mencari peruntungan dengan menurunkan Anggota DPRD Jabar Yoda Octora Santoso. Sementara, dari Partai Nasdem ada nama Farahdibha Tenrilemba, dari PAN ada Dipo Nurhadi Ilham, dan Arya Permana Graha dari PPP.
Baca juga : Eks Napiter Se-Solo Raya Gelar Upacara Bendera Peringati Hari Pahlawan
Lalu apa kata incumbent dapil ini? Didi Irawadi menyebut dapil ini tak seperti yang diperkirakan orang-orang. Sejak terpilih 2009, hanya tersisa tiga incumbent dari tujuh kursi yang tersedia. “Sebagaimana dapil lainnya, perlu kerja serius, kerja keras, memahami keadaan dan apa yang menjadi harapan masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/11/2023).
Artinya, kata dia, setiap dapil punya faktor kesulitan dan tantangannya masing-masing. Predikat bintang atau pablik figur bukanlah tolok ukur keberhasilan. Justru figur yang ketokohannya kuat di daerah, patut menjadi ukuran.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya