Dark/Light Mode

Pemilu Luber Dan Jurdil, NETFID Ingin Bawaslu Lebih Menggigit

Kamis, 23 November 2023 08:52 WIB
Ketua Umum NETFID Indonesia, Muhammad Afit Khomsani Foto: Istimewa
Ketua Umum NETFID Indonesia, Muhammad Afit Khomsani Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum NETFID Indonesia, Muhammad Afit Khomsani mengatakan, kerja-kerja elit politik menjadikan Indonesia berada dalam situasi demokrasi yang mengkhawatirkan.

"Instrumen-instrumen dan institusi-institusi demokrasi jangan sampai dimanfaatkan untuk mencapai tujuan dengan cara yang tak demokratis," ingat Afit, dalam keterangan persnya, Kamis (32/11/2023).

Baca juga : TePI Indonesia Desak Bawaslu Lebih Berperan Di Pemilu 2024

Afit bilang, masyarakat bisa menilai sendiri apakah Pemilu Luber dan Jurdil masih relevan sebagai dasar dari penyelenggaraan Pemilu. Atau slogan Luber dan Jurdil sebagai jargon belaka.

"Pemilu langsung dan umum. Tetapi apakah bebas, rahasia, jujur atau adil? Itu yang harus terus dipastikan," ungkapnya.

Baca juga : Pemdaprov Jabar Siapkan Rumah Sakit Tangani Kasus Cacar Monyet

Dia berharap penyelenggara Pemilu, dalam hal ini KPU dan Bawaslu menjaga marwahnya. Direktur Eksekutif Algoritma ini mengatakan, khususnya Bawaslu, secara fungsi harus mampu melakukan pengawasan secara aktif dan lebih menggigit.

"Kalau saat ini pasif karena aturannya begitu. Yang kita butuhkan adalah, Bawaslu yang aktif dan progresif untuk melakukan pengawasan potensi pelanggaran Pemilu," tegas Aditya.

Baca juga : Imin Slek Dengan Yaqut

Aditya juga berharap Bawaslu gencar mencegah kecurangan di Pemilu.

"Ini yang perlu menjadi warning buat kita untuk selalu mengingatkan para pihak yaitu peserta Pemilu, penyelenggara dan kita sebagai stakeholders Pemilu untuk mulai awas ada banyak potensi manipulasi dan pelanggaran, yang akan terjadi dan sudah terjadi,” tutup dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.