Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Pelatih Timnas AMIN Sentil Ganjar yang Beri Nilai 5 Penegakan Hukum Era Jokowi

Jumat, 1 Desember 2023 07:54 WIB
Pelatih Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Ahmad Ali (Foto: Instagram Ahmad Ali)
Pelatih Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Ahmad Ali (Foto: Instagram Ahmad Ali)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelatih Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Ahmad Ali, menganggap penilaian buruk Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, terhadap penegakan hukum di era Presiden Jokowi secara tidak langsung tengah mengkritik Cawapresnya, Mafud MD yang merupakan Menko Polhukam.

"Menko Polhukam itu kan membawahi hukum, itu Pak Mahfud MN. Terus apa yang dia kerjakan selama ini?" kata Ali, kepada wartawan, Jakarta, Kamis (30/11).

Ali menilai, kritikan Ganjar terhadap penegakan hukum menjadi lucu. Terlebih, Ganjar dan PDIP memilih Mahfud yang merupakan 'komandan' penegakan hukum di Indonesia menjadi Cawapres.

Baca juga : Turun, Kepuasan Publik Ke Pemerintahan Jokowi

"Kalau benar penanganan hukum timpang, terus kembali pertanyaan saya, Pak Mahfud sebagai Menko Polhukam ngapain saja? Mengkritik wakilnya dong," ucap Wakil Ketua Umum Partai NasDem ini.

Ali kembali mempertanyakan dasar Ganjar memberi nilai 5 terhadap penegakan hukum di Indonesia. Dia berpendapat, tak ada satu pun peristiwa hukum yang merugikan pasangan Ganjar-Mahfud sejauh ini.

"Terus pertanyaannya, pada sisi mana yang kemudian Ganjar merasa dirugikan oleh pemerintah, dalam kasus penanganan hukum? Apakah karena kasus Wadas atau hal lain?" sindirnya.

Baca juga : Diputuskan Dalam Rapim, Pimpinan KPK Sepakat Tak Beri Bantuan Hukum Untuk Firli

Dia melihat, kritikan Ganjar terhadap Jokowi dibangun berdasarkan amarah. Menurutnya, dendam itu berakar lantaran kecewa Jokowi tak memberi dukungan kepada Ganjar-Mahfud. Mengingat, selama ini PDIP, termasuk Ganjar, yakin Jokowi secara pribadi akan berpihak.

"Artinya, kritiknya dibangun dengan dendam dan amarah. Karena merasa bahwa ternyata dukungan yang diharapkan datang dari Pak Jokowi tidak kunjung datang. Terus kemudian membabi buta, kesannya ingin dianggap dizalimi," katanya.

Terakhir, Ali menegaskan penegakan hukum di era Presiden Jokowi masih di jalur yang benar atau on the track. Dia tak melihat ada tekanan hukum terhadap para Capres dan Cawapres yang bakal bertarung di Pilpres 2024.

Baca juga : Yenny Sebut Ganjar-Mahfud Bisa Meneruskan Kesuksesan Presiden Jokowi

"Selama ini saya sebagai partai pemerintah masih melihat ini (penegakan hukum) masih proporsional. Penanganan hukumnya itu kalau ada kurang-kurangnya sedikit namanya manusia, ada puas tidak puas. Tapi kita tidak melihat dari sisi mana kemudian Pak Ganjar dirugikan, kita tidak melihat itu," tegasnya

Sebelumnya, Ganjar menilai hukum di Indonesia menurun di era kepimpinan Jokowi. Dia pun memberikan nilai 5 soal penegakan hukum di Indonesia.

"Turun (penegakan hukum)," kata Ganja, saat pemaparan gagasannya di acara Ikatan Alumni (IKA) Universitas Negeri Makassar (UNM), di Hotel Four Points by Seraton Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/11).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.