Dark/Light Mode

Hindari Kehilangan Hak Suara

Ketum APJATI Minta Perbaiki Data Pekerja Migran Di Luar Negeri

Minggu, 14 Januari 2024 20:35 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyelenggara Pemilu diminta untuk mendata pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri secara benar dan akurat. Ini penting untuk menghindari hilangnya hak suara di pemilu nanti.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI), Ayub Basalamah.

Ayub mengatakan ada potensi ratusan ribu PMI di luar negeri kehilangan suara.

Dia mengaku mendapat laporan dari jaringan pemerhati PMI di luar negeri akan dugaan pendataan calon pemilih dari unsur PMI dilakukan secara tidak benar.

Baca juga : Indonesia Percepat Dan Perluas Vaksinasi Lumpy Skin Disease

"Data PMI yang dimasukan adalah data lama hingga tak akurat," kata Ayub dalam keterangannya, Minggu (14/1/2024).

Dia juga menyebutkan, viral nya ratusan ribu PMI di Malaysia yang terancam kehilangan hak konstitusinya karena tidak validnya data yang dicatat oleh Panitia Pemilu di luar Negeri.

Ayub minta semua pihak yang terlibat dalam Pemilu, untuk memerintahkan dilakukan perbaikan pendataan calon pemilih, khususnya PMI di semua negara di luar negeri.

"Agar hak konstitusional PMI dijamin dan mereka bebas memilih kandidat yang mereka anggap terbaik," katanya.

Baca juga : Firli Perbaiki Surat Pengunduran Diri

Dia juga menyebutkan, di negara lain juga dilaporkan keterbatasan panitia pemilu membuat kesulitan pencocokan data PMI.

"Jika ini dibiarkan maka PMI di Negara itu akan kehilangan hak memilih," katanya.

Agar keadaan ini tidak meluas dan terjadi kekacauan pendataan pemilih dari PMI, Ayub meminta penyelenggara Pemilu seperti KPU dan pengawas Pemilu/Bawaslu untuk segera turun tangan membenahinya.

Sebelumnya, KPU akan mengecek kebenaran video viral di Medsos yang menyebutkan ratusan WNI di Malaysia terancam hak pilihnya di Pemilu karena belum masuk ke Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Baca juga : Kemenlu dan APJATI Dorong Pekerja Migran Indonesia Ahli dan Profesional

Komisioner KPU bidang Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Idham Holik mengatakan, akan mengecek video yang viral tersebut.

“Terkait dengan video yang beredar secara luas di media sosial tersebut menjadi penting bagi kami untuk memastikan bahwa video tersebut itu otentik,” kata Idham dalam keterangannya, Selasa (2/1/2024).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.