Dewan Pers

Dark/Light Mode

OTT Walkot Pepen Pengaruhi Peta Politik Di Bekasi

Jumat, 7 Januari 2022 17:34 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dikawal Polisi saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (5/1). (Foto: Tedy Kroen/RM.id)
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dikawal Polisi saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (5/1). (Foto: Tedy Kroen/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam kasus suap jual beli jabatan, pengadaan barang dan jasa, mengundang perhatian sejumlah kalangan.

Maklum saja, mantan orang nomor satu di Kota Bekasi itu sebelumnya mendapatkan sejumlah penghargaan baik dari capaian prestasi kinerja, maupun pelayanan publik.

Peristiwa OTT KPK itu merupakan pukulan yang luar biasa bagi masyarakat Kota Bekasi, karena pernah terjadi juga pada Wali Kota Bekasi sebelumnya.

Berita Terkait : Amerika Dan Detoks Politik Kita

"Sebab Wali Kota sebelumnya, Mochtar Mohammad juga pernah dicokok KPK dalam kasus korupsi. Kejadian itu ternyata tidak dijadikan pelajaran berharga oleh Rahmat Effendi. Sehingga ia harus bernasib sama, dan dipastikan akan menempati rumah tahanan," kata Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah dalam keterangannya, Jumat (7/1).

Menurutnya, dengan ditangkapnya Pepen, sapaan akrab Rahmat Effendi oleh KPK, akan mempengaruhi konstelasi politik Kota Bekasi ke depan.

Meski Ade Puspitasari yang merupakan anak dari Rahmat Effendi pernah digadang-gadang untuk menggantikan posisinya pada Pilkada mendatang, tetapi Iskandar menilai, kehadiran Ade di kancah politik masih prematur.

Berita Terkait : PKS Minta Prokes Di Sekolah Diperketat

"Meski saat ini Ade menjabat sebagai anggota dewan tapi keterpilihannya karena adanya campur tangan Rahmat Effendi," ujarnya.

Iskandar juga mengatakan, peristiwa OTT KPK yang menyeret sang ayah, yakni Rahmat Effendi harus dijadikan momentum Ade Puspitasari bahwa ia bukan hanya mendompleng nama besar orangtuanya.

"Ade harus bisa buktikan bahwa dirinya bukan politisi karbitan. Meski saat ini Rahmat Effendi tengah mengalami masalah hukum Ade harus bisa menunjukkan dirinya sebagai ketua DPD Golkar Kota Bekasi," pesannya.

Berita Terkait : Dua Kasus Omicron Lokal Terlacak, Pasien Baru Pulang Liburan Dari Bali

Kendati demikian, Iskandar memprediksi bahwa politik Kota Bekasi tetap dinamis. Sebab secara geografis dekat dengan DKI, masyarakatnya pun lebih cerdas dan lebih objektif. [EDY]