Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jika Terbukti Main Duit

Bawaslu Tolitoli Bakal Coret Paslon Pilkada

Kamis, 16 Juni 2022 07:45 WIB
Ketua Bawaslu Kabupaten Tolitoli, Fajar. (Foto: Bawaslu Kabupaten Tolitoli)
Ketua Bawaslu Kabupaten Tolitoli, Fajar. (Foto: Bawaslu Kabupaten Tolitoli)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tolitoli menegaskan, pasangan calon (paslon) Pilkada 2024 bisa dianggap gugur, jika terbukti melakukan praktik money politic atau politik uang.

Sanksi tegas politik uang ini tercantum dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilu Kepala Daerah (Pilkada).

Ketua Bawaslu Kabupaten Tolitoli, Fajar mengatakan, pihaknya akan menjalankan seluruh aturan perundang-undangan terkait pelaksaan Pilkada 2024. Bahkan, ungkap dia, Bawaslu tak akan segan untuk mendiskualifikasi paslon, jika terbukti melakukan pelanggaran terhadap UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Berita Terkait : Awas, Khilafatul Muslimin Bakal Utak-atik Pancasila

“Undang-undang Pilkada mengamanatkan, pasangan calon yang terbukti melakukan politik uang dapat dikenakan sanksi administrasi hingga diskualifikasi. Jadi, tinggal kami lihat dasarnya apa, apakah langsung digugurkan atau tidak, ya tergantung pelanggarannya,” ujar Fajar kepada wartawan di Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng), kemarin.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Bawaslu Kabupaten Tolitoli tengah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal untuk melakukan pengawasan pada Pilkada mendatang. Pasalnya, kesiapan SDM memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan Bawaslu untuk mencegah dan menindak berbagai pelanggaran yang terjadi dalam Pilkada.

“Kami akan menindaklanjuti seluruh laporan atau temuan yang didapatkan. Dengan SDM yang berkualitas dan solid, kami akan lakukan penyelidikan lebih lanjut. Selain itu, kami juga akan melakukan berbagai simulasi dimasa non tahapan pilkada,” jelas dia.

Berita Terkait : Maju Terus, KPK Pastikan Bawa Kasus Korupsi Heli AW-101 Ke Pengadilan

Fajar menambahkan, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, untuk menghindari terjadinya praktik politik uang di Kabupaten Tolitoli. Tak lupa, dirinya juga meminta kepada para petinggi parpol untuk bersinergi dalam menyukseskan pesta demokrasi 2024, tanpa politik uang.

“Kami sudah beberapa kali melakukan sosialisasi dan pertemuan dengan para elit parpol terkait tahapan pemilu. Dalam kesempatan itu, kami juga menyampaikan agar seluruh pihak bersinergi dalam menyukseskan pesta demokrasi yang bersih dari politik uang,” bebernya.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tolitoli, Sulaeman Padjalangi mengajak masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas pada Pemilu dan Pilkada mendatang. Menurut dia, salah satu upaya menjadi pemilih cerdas pada pesta demokrasi mendatang, ialah menjauhi praktik politik uang. Sebab, hal tersebut dapatmenghancurkan substansi demokrasi.

Berita Terkait : Peran Aktif Orangtua Bantu Tingkatkan Prestasi Anak

“Satu suara dapat menentukan masa daerah menjadi lebih baik. Jika proses pemilihan kepala daerahnya baik, tentunya akan menghasilkan kepada daerah yang baik dan menjadikan daerahlebih baik,” tandasnya. ■