Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mau Fokus Jadi Mensos

Risma Belum Ada Rencana Terjun Di Pilkada Jakarta

Kamis, 23 Juni 2022 07:45 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Tri Rismaharini. (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Tri Rismaharini. (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Tri Rismaharini, akhirnya buka suara soal Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024. Meski namanya kerap masuk bursa survei calon Gubernur DKI Jakarta, mantan Wali Kota Surabaya ini mengaku tak mengincar posisi tersebut, terlebih dirinya tengah fokus bekerja sebagai Menteri Sosial.

“Saya menyampaikan itu (maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta) bukan saya. Itu bukan keinginan atau mimpi saya, tidak ada, sedikit pun tidak ada. Sebab, bagi saya jabatan itu tidak boleh diminta,” ujar Risma, sapaan Tri Rismaharini, kepada wartawan di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, ia menegaskan, dirinya tak pernah mengejar jabatan apapun dalam politik. Bahkan, ia mengaku terkejut bisamenjadi Wali Kota Surabaya hingga dua periode, dan diamanahkan menjadi Menteri Sosial.

Berita Terkait : Bupati Subang Belum Pasti Ikut Pilkada Lagi

“Kemarin, saat terpilih menjadi menteri pun saya nggak tahu. Sebab, saya nggak dikasih tahu juga,” jelas dia.

Saat ini, sambung dia, dirinya tengah fokus dalam menjalankan tanggung jawab sebagai menteri. Selain itu, dirinya juga ingin fokus mengemban jabatan sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan.

“Saya berharap, orang-orang yang bergelut di bidang kebudayan memiliki perekonomian yang baik. Saya lagi konsentrasi, bagaimana orang-orang ini bisa (mendapat, red) akses ekonomi lebih baik,” tegas dia.

Berita Terkait : Cuti Lahiran Mau Diubah Jadi 6 Bulan, Mental Dan Fisik Ibu Anak Akan Terjaga

Risma menambahkan, jabatan politik yang akan diembanya kelak masih sebuah misteri. Termasuk, apakah dirinya akan dicalonkan sebagai Cagub DKI Jakarta atau tidak.

“Saya sekali lagi menyampaikan, saya nggak pernah membayangkan jadi apa. Sebab, bagi saya jabatan itu nggak bisa diminta,” tandasnya.

Terpisah, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, jeda waktu dua tahun hingga 2024, bisa digunakan partai politik untuk menyosialisasikan calon Gubernur DKI yang akan diusung. Dengan begitu, publik dapat menggali rekam jejak calon yang disodorkan.

Berita Terkait : Wali Kota Tangerang Belum Minat Maju Di Pilkada Banten

“Saya pikir waktu dua tahun bukan terlalu dini dan subuh untuk mendeklarasikan pasangan cagub-cawagub. Makin cepat makin bagus. Menurut saya, masyarakat justru nggak suka dengan calon diumumkan di injury time atau last minute,” ujar Pangi.

Diketahui, masa jabatan Gubernur DKI Jakarta akan habis pada Oktober 2022. Posisi tersebut akan digantikan oleh penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, hingga gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil Pilkada 2024 dilantik. ■