Dark/Light Mode

Survei Pilkada Banyuasin, Duet Slamet Somosentono-Alfi Rustam Unggul

Rabu, 7 Agustus 2024 21:34 WIB
Calon Bupati Banyuasin Slamet Somosentono. Foto: Istimewa
Calon Bupati Banyuasin Slamet Somosentono. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) melakukan riset opini publik mengenai persepsi masyarakat Banyuasin, Sumatera Selatan terhadap Pilkada yang akan berlangsung pada 28 Juli 2024-5 Agustus 2024.

Hasil survei menunjukkan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Slamet Somosentono-Alfi Rustam unggul. Salah satunya seperti terlihat dalam simulasi dengan pertanyaan tertutup ketika responden ditanyakan dari bakal dua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yaitu Askolani-Netta Indian jika berhadapan dengan pasangan Slamet Somosentono-Alfi Rustam pasangan mana yang akan dipilih masyarakat?

"Hasilnya pasangan Slamet Somosentono-Alfi Rustam unggul hingga 57,2 persen tingkat keterpilihannya sedangkan Askolani- Netta Indian hanya dipilih sebanya 33,1 persen, dan selebihnya 9,7 tidak memilih," kata Direktur Eksekutive LKPI Togu Lubis dalam keterangannya, Rabu (7/8/2024).

Togu menyatakan, tingkat popularitas dan akseptabilitas bakal calon juga diuji. Perihal ini, memberikan beberapa nama kandidat bupati dengan menanyakan seberapa dikenal dan diterima nama kandidat di masyarakat.

Hasilnya, tingkat pengenalan masyarakat terhadap bakal calon Askolani memang lebih tinggi dari Slamet Somosentono. Tingkat popularitas Askolani mencapai 88,2 persen dan Slamet Somosentono hanya 78,8 persen.

Baca juga : Survei Indikator: Anies-Ahok Duet Maut Pilgub Jakarta 2024

"Namun, sisi kesukaan dan penerimaan oleh masyarakat Kabupaten Banyuasin sebagai Bupati, Slamet Somosentono jauh lebih tinggi dari Askolani. Tingkat akseptabilitasnya mencapai 89,8 persen sedangkan Askolani hanya 42,2 persen," kata Togu.

Survei juga menguji tingkat elektabilitas dengan simulasi head to head antara pasangan Askolani-Netta Indian dengan pasangan Slamet Somosentono-Alfi Rustam.

Hasilnya, pasangan Slamet Somosentono-Alfi Rustam berada di urutan teratas dengan 47,9 persen dengan Askolani-Netta Indian sebanyak 42,7 persen, dan yang belum menentukan pilihan sebanyak 9,4 persen.

Dia mengungkapkan, korelasi antara tingkat popularitas dan akseptabilitas bakal Calon Bupati Banyuasin terhadap tingkat elektabilitas juga ditemukan dalam survei.

Dalam simulasi pertanyaan terbuka kepada responden, siapa yang akan dipilih sebagai Bupati Banyuasin antara Askolani dan Slamet Somosentono?

Baca juga : Survei Pilkada Jepara, Duet Dian-Jadug Potensi Menang Besar

"Hasilnya Askolani hanya dipilih sebanyak 38,4 persen dan Slamet Somosentono dipilih sebanyak 47,6 persen, dan 14 persen belum menentukan pilihan," kata Togu.

Survei dilakukan terhadap 1.000 orang yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error survei sebesar 3,5 dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Para responden merupakan penduduk Banyuasin dengan usia di atas 17 tahun atau yang telah menikah. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuisioner, sementara kendali kualitas dilakukan secara acak terhadap 20 persen dari total sampel oleh supervisor.

Ditambahkan, hasil survei menunjukkan bahwa di Kabupaten Banyuasin masyarakat yang diwakili responden yang tahu akan adanya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2024 mencapai 75,7 persen. Sedangkan menyatakan tidak tahu sebanyak 24,3 persen responden.

"Sebanyak 81,5 persen responden akan memberikan suaranya pemilihan Bupati & Wakil Bupati di Kabupaten Banyuasin, 10,6 persen responden mengatakan tidak akan memberikan suara dalam pemilu ini, dan 7,9 persen belum tahu," ujarnya.

Baca juga : Pilkada Bekasi 2024, Kusnanto Saidi Puncaki Medsos Dan Media Online

Pengamat Komunikasi Politik & Pemerhati KDRT dari Rutgers The state University of New Jersey Rinjani Dwi Sudjono menanggapi hasil survei LKPI ini. Dwi memprediksi, Askolani akan kalah karena ada persoalan isu rumah tangga. Faktor ini amat krusial dan bakal jadi pertimbangan masyarakat Banyuasin.

"Isu ini amat melekat di ingatan masyarakat Banyuasin. Sehingga wajar tingkat kesukaan dan penerimaan rendah," ujar Dwi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.