Dark/Light Mode

Daftar Ke KPUD Hari Ini

PDIP Duetkan Rena-Teddy Untuk Pilkada Kota Bogor

Kamis, 29 Agustus 2024 07:30 WIB
Ketua DPC PDIP Kota Bogor, Dadang Danubrata
Ketua DPC PDIP Kota Bogor, Dadang Danubrata

RM.id  Rakyat Merdeka - PDIP Kota Bogor secara resmi mengumumkan dukungan bagi pasangan Rena Da Frina dan Teddy Risandi (ReaDy) untuk maju dalam Pilkada Kota Bogor yang akan diselenggarakan secara serantak pada November mendatang. Rencananya, deklarasi kedua pasangan ini dan langsung didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor, pada kamis (29/8/2024).

Ketua DPC PDIP Kota Bogor, Dadang Danubrata mengata­kan, pada waktu injury time jelang waktu pendaftaran pe­serta Pilkada, partai besutannya memilih pasangan Rena Da Frina dan Teddy Risandi.

Sebelumnya, PDIP bakal mengusung dr. Raendra Rayendra di Pilkada Kota Bogor. Namun di jelang-jelang pendaftaran bakal calon ke KPU, partai yang dinahkodai Presiden RI kelima Megawati Soekarnoutri ini menarik dukungan lantaran Rayendra ternyata memiliki dua keanggotaan partai selain partai berlambang banteng ini.

“Setelah melalui semua tahapan dan banyak calon sem­pat mendapat dukungan, PDI Perjuangan menilai sosok Rena dan Teddy punya kesamaan visi yang sama dengan partai,” kata Dadang, di Kantor DPC Kota Bogor, kemarin.

Bagi PDIP, kata Dadang, sosok Rena yang juga merupakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Bogor ini, sangat familiar bagi warga Bogor. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah mengabdi puluhan tahun, Rena, menurut Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini, merupakan sosok yang memiliki banyak prestasi.

Baca juga : Akses Masyarakat Main Judi Online Nyusut 50%

Rena sendiri mengawali karir sebagai ASN sejak Desember 2003. Awalnya, ia bekerja seba­gai staf di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Pada tahun 2012, Rena memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kariernya di Kota Bogor, bergabung sebagai staf di Dinas Pertanian.

Dalam perjalanan kariernya, Rena telah mengemban ber­bagai jabatan yang beragam di Kota Bogor. Mulai dari Lurah Sempur, Lurah Babakan Pasar, Sekretaris Camat Bogor Timur, Camat Bogor Timur, hingga Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor.

Hingga akhirnya pada 2023, Rena dipercaya dan diangkat menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor oleh Wali Kota Bogor saat itu, Bima Arya.

“Rena akan didampingi kader PDIP, Teddy Risandi yang meru­pakan kader yang mumpuni. Kami akan berjuang habis-habisan untuk memenangkan pasangan ini,” tambahnya. Teddy sendiri merupakan Ketua DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera)-organ sayap partai PDIP.

Dadang menambahkan, se­jauh ini baru PDIP yang resmi mengusung pasangan dengan jargon ‘ReaDY’ ini. PDIP bisa mencalonkan sendiri tanpa perlu berkoalisi setelah Mahkamah Konstitusi menganulir aturan perolehan kursi di DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, menjadi aturan suara. Adapun PDIP Kota Bogor pada pemilu lalu meraup suara sebanyak 69.706 atau 10,95 persen, sehingga berhak atas 6 kursi di DPRD.

Baca juga : Uji Kelayakan & Kepatutan Hakim Agung Dihentikan

 “Kalau sendiri (satu partai), nggak masalah. Sebab merujuk putusan MK, kita bisa sendiri,” jelas dia.

Sementara itu, Rena mengakutidak menyangka bakal berjodoh dengan PDIP. Dia pun mengaku bersyukur setelah pintu komunikasi PDIP ter­buka untuknya hingga akhirnya PDIP mau mendukung dirinya maju berpasangan dengan Teddy Risandi di Pilkada Kota Bogor. Seperti pribahasa bak gayung bersambut.

“Ketika ada tawaran, saya terima. Kita jodohnya di detik terakhir, kita tidak ada yang me­nyangka,” ujar Rena sumringah.

Wakil Ketua DPC PDIP Kota Bogor Bidang Politik, Eko Okta Ariyanto menambahkan, sudah saatnya Kota Bogor menorehkan sejarah di Pilkada 2024 ini dengan memilih pemimpin perem­puan, untuk pertama kalinya. “Kenapa? Karena, pemimpin perempuan mampu memiliki kontribusi yang luar biasa dalam mencapai kesetaraan gender, juga menginspirasi serta bertin­dak sebagai contoh positif bagi lingkungan,” katanya.

Tak hanya itu, pemimpin perempuan, menurutnya, dapat memperkaya diversitas melalui pengalaman hidup dan pandan­gan yang berbeda-beda. Pemimpin perempuan juga mampu menunjukkan kepemimpinan transformasional atau gaya kepemimpinan yang selalu beru­paya mendorong partisipasi dan meningkatkan kemampuan tim berinovasi.

Baca juga : NasDem: Tulus, Bukan Karena Jatah Menteri

Lebih dari itu, pemimpin wanita juga cenderung lebih peka terhadap isu-isu seperti ketidaka­dilan dan sigap mengambil lang­kah-langkah konkret mengatasi masalah.

“Sekarang saatnya. Jika sia­papun kita yang meluapkan rasa memuliakan ibu, atau istri, juga saudara perempuan. Di pilkada ini waktunya membuat sejarah baru di Kota Bogor. Yang pasti, kepala daerah perempuan, akan jadi ibu untuk semua kalangan,” yakinnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.