Dark/Light Mode

Rencana Sediakan 44 Ribu Loker Di Bogor, Cawalkot Rena Dapat Apresiasi

Jumat, 15 November 2024 19:59 WIB
Rena Da Frina selfie bersama warga Kota Bogor
Rena Da Frina selfie bersama warga Kota Bogor

RM.id  Rakyat Merdeka - Setiap pasangan calon kepala daerah menjadikan lapangan kerja (Loker) sebagai bagian isu utama dalam kampanye Pilkada serentak 2024. Masalah pengangguran memang amat krusial sehingga masyarakat selalu berharap kepada paslon kepala daerah untuk memberikan perbaikan di sektor terbukanya lapangan pekerjaan.

Begitu pun di Kota Bogor, mengenai lapangan kerja jadi misi besar yang diusung oleh lima calon Wali Kota berkontestasi. Lima paslon beradu meyakinkan pemilih tentang akan banyaknya serapan tenaga kerja. Apalagi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor tahun 2023, angka pengangguran terbuka di ‘Kota Hujan’ mencapai 10,78 persen. Tingkat persentase tersebut adalah tertinggi di Jawa Barat.

Realisasi menciptakan 20 ribu lapangan kerja berkonsep kolaborasi antara pengusaha, UMKM, serta profesional, selama lima tahun belakangan yang dijanjikan di Kota Bogor ternyata juga tidak terwujud.

Baca juga : Menkop Siap Tuntaskan Kisruh Koperasi Susu Di Boyolali Dan Pasuruan

Menilik misi yang dibawa masing-masing paslon Pilkada Kota Bogor, salah satu paslon nomor urut 04, Rena Da Frina-Achmad Teddy Risandi.

Pasangan yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Hanura ini ingin menyediakan 44 ribu lapangan kerja jika terpilih menjadi kepala daerah. Hal ini lantaran tingginya angka pengangguran di kota hujan.

“Saya miris tingkat pengangguran di Kota Bogor amat banyak. Apalagi kebanyakan generasi milenial dan Gen Z. Warga lokal seolah tidak punya peluang kerja di daerah sendiri,” ucap mantan kepala dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor ini.

Baca juga : Sidik Cyber Siapkan Akademi Tingkatkan Literasi Keamanan Data Pribadi

Mengenai itu, Pengamat kebijakan Universitas Nasional (Unas) Ansori Baharudin Syah mengatakan, bahwa seharusnya setiap calon kepala daerah, termasuk Wali Kota-Wakil Wali Kota, harus tegas menyampaikan berapa banyak sanggup menyediakan lapangan kerja selama kepemimpinannya.

“Dengan begitu, masyarakat dapat lebih mengetahui potensi masa depannya dalam meraih kesempatan kerja di daerahnya sendiri,” kata  Ansori, Jumat (15/11).

Sementara itu, seorang Gen Z yang masih menempuh kuliah, Nurlaela Saadah menilai, penyediaan 44 ribu lapangan kerja di Kota Bogor, oleh Rena Da Frina amat membantu generasi muda, khususnya kepada lulusan baru. 

Baca juga : Raja Juli Serahkan SK PSI Untuk Bakal Cakada Jakarta Dan Jateng, Ini Sosoknya

“Mencari pekerjaan merupakan hal yang tidak mudah, apalagi lulusan baru yang minim pengalaman. Selain itu pengangguran di Kota Bogor saat ini mayoritas penduduknya merupakan generasi muda,” ujar Nurlaela.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.