Dark/Light Mode

Ganggu Pilkada

Kiai Nasih Aschal Kutuk Aksi Carok Renggut Korban Di Madura

Selasa, 19 November 2024 21:29 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Syaikhona Kholil, Bangkalan, KH. Nasih Aschal. Foto: Istimewa
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Syaikhona Kholil, Bangkalan, KH. Nasih Aschal. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksi carok yang terjadi di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Madura, yang menelan korban, menuai kecaman keras dari berbagai pihak.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Syaikhona Kholil, Bangkalan, KH. Nasih Aschal menyampaikan rasa keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Kiai Nasih mengimbau situasi di Madura tetap kondusif menjelang Pilkada 2024.

"Kita sayangkan kejadian carok ini yang telah memakan korban, tentu kita berbela sungkawa sekaligus mengutuk keras aksi ini. Kita mendorong agar proses hukum bisa dilakukan secepat mungkin," kata Kiai Nasih, Selasa (19/11/2024).

Baca juga : Sukseskan Pilkada, Kapolri & Panglima TNI Gelar Doa Bersama Di Bali

Menurut Kiai Nasih, peristiwa ini menjadi sebuah peringatan penting agar kejadian serupa tidak terulang. Ia juga menekankan pentingnya upaya untuk menjaga keamanan dan kedamaian di tengah masyarakat, terutama menjelang Pilkada yang sedang berlangsung.

Lebih lanjut, Kiai Nasih mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama tokoh agama, kiai, dan alim ulama, untuk bersama-sama menjaga keharmonisan dan keamanan di Madura.

Ia mengingatkan bahwa tindakan kekerasan seperti carok bukan hanya bertentangan dengan hukum negara, tetapi juga bertentangan dengan ajaran agama yang mengajarkan perdamaian.

Baca juga : Pangan Kasih Gelar Aksi Sosial Di Taman Suropati

"Maka kembalikan madura kepada apa yang sudah ditanamkan oleh para pendahulu kita. BhuppaBhâbhuGhuru Rato. Itu mengandung arti yang sangat dalam. Madura dikenal menjadi suku yang baik, maka pertahankan kebaikan ini," tegasnya.

Kiai Nasih mengimbau agar masyarakat Madura terus menjaga kerukunan dan keharmonisan antar sesama, serta menanggalkan segala bentuk kekerasan demi terciptanya Madura yang damai dan penuh kasih sayang.

"Madura itu masyarakatnya santun, Madura itu masyarakatnya sopan, madura itu masyarakatnya tidak grusa-grusu. Maka kembalikan Madura kepada apa yang sudah ditanamkan oleh para pendahulu kita," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.