Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tak Lakukan Penjaringan Calon Bupati, PKB Sidoarjo Andalkan Rekomendasi DPP
Jumat, 26 Juni 2020 08:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tak lakukan penjaringan bakal calon, PKB Sidoarjo hanya mengandalkan rekomendasi dari DPW dan DPP dalam menentukan calon bupati dan wakil bupati pada Pilbup Sidoarjo 2020. Setelah rekomendasi DPP turun, PKB Sidoarjo baru akan melangkah lebih jauh untuk memenangkan pasangan calon yang diusung dalam pemilihan bupati dan wakil bupati 9 Desember 2020 mendatang.
“Waktu sudah mepet, dan sejauh ini belum ada petunjuk dari DPW maupun DPP terkait penjaringan calon. Jadi, kita tinggal menunggu rekom saja. Siapa calon yang direkomendasi DPP dan DPW,” kata Sekretaris PKB Sidoarjo Abdillah Nasih, kemarin.
Nasih menuturkan, sejumlah nama berpotensi mendapat rekomendasi PKB. Seperti Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslachah, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, anggota DPRD Jatim Achmad Amir Aslichin dan Muhdlor Ali (putra KH Agoes Ali Masyhuri), Anggota DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan dan Anggota DPRD Sidoarjo Subandi.
Baca juga : Ini Temuan Masalah Kartu Prakerja dan Rekomendasi KPK
Dengan memiliki 16 kursi di DPRD Sidoarjo, PKB berpeluang mengusung calon bupati dan wakilnya sendiri alias tanpa koalisi. “Koalisi juga sangat terbuka. Tapi yang jelas, kami tunggu rekomendasi dari DPP,” ujarnya.
Nasih menyebutkan, beberapa waktu lalu, PKB Sidoarjo sebenarnya sudah bersiap menggelar penjaringan. Bahkan waktunya sempat dijadwalkan, digelar di Favehotel Sidoarjo, Minggu (11/1). Tapi setelah peristiwa tangkap tangan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah yang juga Ketua PKB Sidoarjo oleh KPK, rencana itu mendadak ditunda. Sampai sekarang tidak ada kepastian dan diputuskan ditiadakan. Di sisi lain, sejumlah calon juga siap meramaikan kontestasi Pilkada Sidoarjo.
Partai-partai di luar PKB terus merapatkan barisan setelah pemerintah memastikan Pilkada 2020 digelar 9 Desember 2020. PDIP, yang sebelumnya sudah membuka pendaftaran, juga terus bergerak. Beberapa calon akan tampil lewat partai berlambang Banteng tersebut. Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu sudah memiliki beberapa nama bakal calon yang sampai saat ini masih menunggu rekomendasi dari DPP PDIP yakni Kelana Aprilianto dan Bahrul Amig.
Baca juga : HKTI Dukung Kerja Mentan Capai Kedaulatan Pangan
Begitu juga dengan PAN, meski sudah ada empat tokoh yang mendaftar, rekom resmi juga belum turun dari DPP. Empat nama itu adalah Haris, Kelana Aprilianto, Taufiqulbar dan Tri Susilowati. “Semua yang mendaftar sudah diserahi surat tugas untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas. Mungkin rekom akan turun Agustus mendatang,” kata anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi PAN Bangun Winarso.
Sama halnya dengan Partai Gerindra, juga masih menunggu rekom meski sejak beberapa waktu lalu membuka pendaftaran.Ada dua kader yang berpotensi mendapat rekom, Bambang Haryo Soekartono dan Mimik Idayana. “Mungkin Juli sudah turun rekom. Memang, mengerucut antara dua nama itu (Bambang Haryo, Mimik Idayana). Kita tunggu saja,” ungkap Ketua Gerindra Sidoarjo, Kayan.
Satu-satunya yang sudah keluarkan rekomendasi adalah Golkar. Partai berlambang pohon beringin itu sejak sebelum pandemi lalu sudah merekom Bambang Haryo, kader Gerindra yang juga mendaftar ke Golkar. “Rekom bersifat sementara karena belum ada pasangannya. Setelah ada pasangan calon wakil bupatinya, partai mengeluarkan rekomendasi resmi untuk mendaftar ke KPU,” beber Ketua Gorlkar Sidoarjo Warih Andono. [EDY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya