Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemilihan Gubernur Kepri

Bikin Koalisi Raksasa, Golkar Mau 2 Cagub yang Bertarung

Kamis, 16 Juli 2020 06:32 WIB
Bendera Partai Golkar (Foto: Istimewa)
Bendera Partai Golkar (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pilgub Kepulauan Riau (Kepri) tahun ini mulai menghangat. Jago PDIP dan Golkar-Nasdem akan saling berhadapan. Beringin ingin membuat koalisi raksasa dengan menggaet Demokrat, PKS, PAN dan PPP. Tujuannya, agar cuma ada dua pasangan calon bertarung di Pilgub Kepri.

Di Pilgub Kepri, koalisi PDIP, Gerindra, dan PKB mengusung Soerya Respationo-Iman Sutiawa sebagai calon Gubernur-Wagub Kepri 2020. Kehadiran paslon SoeryaImam ini tidak membuat khawatir koalisi Golkar-Nasdem. DPP Golkar akhirnya merekomendasikan paslon Ansar Ahmad-Marlin Agustina sebagai calon gubernur dan calon wakil Kepri 2020. 

Wakil Ketua Bidang Penggalangan Opini DPD Golkar Kepri, Suyono mengaku, Ansar Ahmad-Marlin Agustina telah menerima rekomendasi langsung dari Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Airlanggar menyerahkan SK rekomendasi kepada keduanya pada Minggu, 12 Juli 2020 di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta. Ansar Ahmad adalah Ketua Golkar Kepri. Sedangkan Marlin Agustina merupakan istri Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. 

Berita Terkait : Rakyat Takut Virus Corona, Suara Banteng Bisa Anjlok

Suyono mengklaim, Golkar-Nasdem akan membentuk koalisi raksasa agar hanya dua paslon bertarung di Pilgub Kepri 2020. Beringin telah menjalin komunikasi dan menggaet Demokrat, PKS, PAN dan PPP. “Kami menginginkan dua pasang calon bertarung di Pilgub Kepri 2020,” aku Suyono seperti dikutif dari Antara, di Tanjungpinang, Kepri, kemarin. 

PPP Kepri merapat ke koalisi dibangun Nasdem-Golkar untuk mengusung Ansar AhmadMarlin Agustina. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP Kepri, Syarafudin Aluan mengatakan, seluruh pengurus PPP kabupaten dan kota di wilayah itu sepakat mengusung Ansar-Marlin. “Kami sudah sampaikan kepada DPP PPP untuk mengusung Ansar-Marlin,” ujarnya. 

PPP Kepri tidak ingin ketinggalan momentum, meski hanya memperoleh satu kursi di DPRD Kepri pada Pemilu 2019. Dirinya segera melakukan pertemuan dengan Ansar-Marlin setelah pasangan ini dapat rekomendasi dari Golkar. Aluan memuji keberanian Ansar maju Pilgub Keri 2020. Sebab Ansar harus meninggalkan jabatannya sebagai anggota DPR periode 2019-2024. 

Berita Terkait : Kemenkumham: Mantan Napi Bikin Resah, Kami Masukin Lagi ke Penjara

Keputusan Ansar itu tentu sudah dipikirkan secara matang. Apalagi Ansar bukan politisi baru. Pernah dua periode menjabat Bupati Bintan, dan tiga periode Ketua DPD Golkar Kepri. “Pak Ansar sejak tahun lalu sudah bergerak. Investasi sosialnya kepada masyarakat Kepri sangat besar,” ucapnya. 

Aluan memprediksi koalisi partai dibangun untuk mengusung Ansar-Marlin paling gemuk dibanding pasangan lainnya. Jika PKS bergabung mengusung Ansar-Marlin, maka hanya dua pasangan calon akan bertarung di Pilgub Kepri 2020. Pada Pemilu 2019, PKS berhasil meraih 6 kursi. Di DPRD Kepri. “Demokrat memperoleh 4 kursi di DPRD Kepri hampir pasti mengusung Ansar-Marlin,” tuturnya. 

Saat ini, rival politik paslon Ansar-Marlin adalah pasangan Soerya Respationo-Iman Sutiawan. Paslon ini diusung koalisi PDIP, Gerindra dan PKB. “Mesin politik PDIP sudah bergerak sejak beberapa bulan lalu untuk memenangkan Pilgub Kepri,” kata Sekretaris PDIP Kepri Lis Darmansyah. 

Berita Terkait : Berdayakan Perempuan, Kades di Bekasi Bakal Ikut Sidang PBB di Amerika

Sedangkan Plt Gubernur Kepri Isdianto awalnya digadang-gadang akan berpasangan dengan Marlin Agustina. Tapi, tidak tercapai karena Marlin digaer Ansar Ahmad. Saat ini, Isdianto mengklaim didukung Partai Hanura, hanya memiliki tiga kursi di DPRD Kepri. Isdianto harus mendapatkan partai yang memperoleh minimal 6 kursi lagi di DPRD Kepri. Seandainya, PKS dan Demokrat yang masing-masing dapat 6 kursi dan 4 kursi di mengusung Ansar-Marlin, maka Isdianto gagal maju di Pilgub Kepri. [SSL]