Dark/Light Mode

Kemenkumham: Mantan Napi Bikin Resah, Kami Masukin Lagi ke Penjara

Minggu, 12 April 2020 09:02 WIB
Plt. Dirjen PAS, Nugroho (Foto: Istimewa)
Plt. Dirjen PAS, Nugroho (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengimbau masyarakat tidak perlu cemas terhadap narapidana (napi) yang dibebaskan melalui asimilasi dan integrasi. Mereka terus dipantau. Yang bikin resah, akan dijebloskan lagi ke penjara.

Kabag Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kemenkumham, Rika Aprianti, mengungkapkan, saat ini jumlah napi yang sudah dibebaskan mencapai 36.554 orang. “Update datanya, jumlah napi yang keluar 36.445 orang terdiri dari narapidana dan anak. Rinciannya, bebas melalui program asimilasi 34.707 orang. Sedangkan integrasi sebanyak 1.847 orang,” ungkap Rika Aprianti, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Berita Terkait : Kemenkop dan UKM Inisiasi Program Beli Sembako ke Koperasi Untuk ASN

Sementara, Pelaksana Tugas Dirjen Pemasyarakatan, Nugroho, meminta masyarakat tidak perlu cemas dengan napi yang dibebaskan. Mereka tetap berada dalam pantauan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Balai Pemasyarakatan, dan aparat penegak hukum lain. 

Dia menerangkan, narapidana dan anak yang diberikan asimilasi dan integrasi telah melalui tahap penilaian perilaku. Mereka dinilai sudah berkelakuan baik, mengikuti program pembinaan dan tidak melakukan tindakan pelanggaran disiplin dalam tahanan/lembaga. 

Berita Terkait : Kementan Dukung Penanganan Wabah Covid-19

“Sebelum kami melepas, petugas kami memberikan edukasi, menyampaikan aturan-aturan kedisiplinan yang tidak boleh dilanggar selama menjalankan asimilasi dan integrasi. Tidak boleh membuat keresahan di masyarakat apalagi mengulangi melakukan tindak pidana. Ada sanksi jika ada yang melanggar,” ujarnya. 

Apa sanksinya? Nugroho menegaskan, asimilasi dan integrasi akan dicabut. Mereka akan dikembalikan ke dalam tahanan untuk menjalankan sisa pidana ditambah pidana yang baru, setelah putusan hakim. “Tak cuma itu, saya sudah memerintahkan seluruh kepala lapas dan rutan, agar napi yang melanggar harus dimasukkan ke dalam straft cell (sel pengasingan), dan tidak diberikan hak remisi sampai waktu tertentu,” tegas Nugroho. 
 Selanjutnya