Dewan Pers

Dark/Light Mode

Di Pemilihan Wali Kota Solo

Rakyat Takut Virus Corona, Suara Banteng Bisa Anjlok

Rabu, 17 Juni 2020 06:18 WIB
FX Hadi Rudyatmo (Foto: Istimewa)
FX Hadi Rudyatmo (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 bakal mempengaruhi perolehan suara PDIP pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo 2020. Dikhawatirkan, suara Banteng bakal anjlok di pesta demokrasi tahun ini.

“Pilkada ini yang memilih kan rakyat. Dan ini yang paling banyak PDIP, ya pasti ada pengaruhnya lah,” kata Ketua PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, kemarin. 

Menurut Wali Kota Solo ini, orang yang sangat takut dengan virus corona tidak akan mau datang untuk mencoblos. Meski dipaksa sekalipun untuk mengikuti proses pemilihan di hari pencoblosan. “Orang yang takut betul, dipaksa pun ora akan mangkat (nggak mau berangkat) kok,” ujarnya. 

Kendati demikian, Rudy tidak mengkhawatirkan hal itu. Pihaknya sudah menyiapkan strategi untuk bisa memenangkan Pilkada Kota Solo. Rudy mengklaim, Banteng Kota Solo sudah berpengalaman memenangkan Pilkada Kota Solo sejak 2000. Saat itu bakal calon wali kota Slamet Suryanto berpasangan dengan J Suprapto sebagai calon wakil wali kota. 

Berita Terkait : Krisan Asal Kota Solok Tetap Eksis Di Tengah Pandemi

“Strategi sudah lah, wong saya sudah pengalaman sejak 2000. Sejak pak Slamet Suryanto,” tegasnya. 

Setelah rekomendasi dari DPP turun, siapa pun calonnya, dirinya akan langsung menyampaikan ke semua jajaran partai. Kendati demikian, Rudy enggan membicarakan masalah rekomendasi lebih lanjut. 

Menurutnya, hal itu menjadi ranah DPP PDIP, khususnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Rekomendasi itu urusan DPP, saya nggak pernah mau ngejarngejar. DPP mengeluarkan ya nanti kita infokan,” pungkasnya. 

Bidik Partisipasi Pemilih 
Di tengah pandemi Covid-19, KPUD Kota Solo pasang target tinggi dalam hal partisipasi pemilih. Penyelenggara pemilu ini membidik 77,5 persen atau lebih tinggi dibandingkan Pemilu 2004. Ketua KPUD Solo Nurul Sutarti mengatakan, sejak awal pihaknya menargetkan bisa meraih hasil maksimal dalam Pilkada 2020. Salah satunya partisipasi pemilih. 

Berita Terkait : Rakyat Gak Sabar Nongkrong di Mall

Meski di tengah pandemi, pihaknya menargetkan angka partisipasi sebesar 77,5 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berbasiskan data Pemilu 2019. “Bahkan, target tingkat pastisipasi pemilih pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo 2020 sebanyak 77,5 persen,” ujarnya kemarin. 

Nurul mengatakan, target partipasi pemilih di Pilkada 2020 terbilang tinggi dibandingkan pemilu-pemilu lainnya. Sebagai contoh, tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Solo 2010 hanya 71 persen, sedangkan pada tahun 2015 meningkat menjadi 74 persen. “Bahkan tingkat kehadiran pemilih pada pemilihan umum (pemilu) serentak pertama di Indonesia pada tahun 2004 hanya sebesar 76 persen,” jelasnya. 

Terkait strategi menarik pemilih di tengah pandemi, Nurul mengaku bahwa pihaknya akan meniru taktik Korea Selatan. Di Negeri Ginseng tersebut partisipasi masyarakat dalam pemilu sangat tinggi meski di gelar saat pandemi. “Kami akan berlajar pengalaman pemilu di Korsel, justru di tengah pandemi tingkat partisipasi pemilih paling tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya. 

Salah satu taktik yang akan diterapkan seperti di Korsel, Nurul menegaskan bahwa pelaksanaan Pilkada 2020 akan menerapkan protokol kesehatan, yakni menjaga jarak, mengenakan masker, cuci tangan dengan sabun, dan mengecek suhu badan calon pemilih sebelum memberikan hak suaranya. 

Berita Terkait : Hati-hati Pergi Ke Salon Di Masa Pandemi Seperti Ini

Dia juga mengatakan, KPUD Kota Solo akan melakukan sosialisasi secara daring dan tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga tingkat partispasi pemilih mencapai target 77,5 persen. Senada, Bawaslu Kota Solo siap mensukseskan Pilkada. 

Ketua Bawaslu Kota Solo, Budi Wahyono, mengatakan pihaknya telah mengaktivasi kembali panwascam dan panwaskel setelah koordinasi secara online dengan Bawaslu Jateng. Menurut dia, pengaktifan pengawas ini cukup penting. Sebab, Bawaslu sudah ditunggu tahap pengawasan verifikasi faktual syarat dukungan pasangan calon perseorangan, Bagyo Wahyono FX Supardjo (Bajo) yang akan dimulai 24 Juni 2020. Verifikasi tersebut dilakukan KPU Solo. 

Untuk itu, peningkatan kapasitas dan dukungan alat pelindung diri (APD) merupakan prioritas untuk disiapkan bagi personel. “Kesiapan personel dan APD menjadi keniscayaan dalam pelaksanaan tugas,” tutur dia. 

Apalagi sudah ada Surat Edaran (SE) Bawaslu No 1097/2020 bahwa aktivasi panwascam dan panwaskel paling lambat 15 Juni 2020. Setelah aktivasi panwascam dan panwaskel, Bawaslu Solo tengah menyiapkan APD Covid-19. Alat itu akan digunakan oleh seluruh jajaran Bawaslu Solo dalam pengawasan tahap verifikasi faktual syarat dukungan calon perseorangan. Proses itu akan mendatangi satu per satu pendukung pasangan calon perseorangan Bajo. [EDY/SSL]