Dewan Pers

Dark/Light Mode

Hindarkan Perang, Trump Kirim Sinyal Mau Damai Dengan Iran

Kamis, 9 Januari 2020 17:17 WIB
Donald Trump (Foto Politico)
Donald Trump (Foto Politico)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasca serangan Iran ke lokasi militer Amerika Serikat (AS) di Irak, ketegangan kedua negara mulai reda. Presiden Donald Trump menyerukan kemungkinan berdamai dengan Iran dalam pidato terakhirnya.

Dilansir dari New York Times, Kamis (9/1), anggota Dewan AS berencana untuk memaksa Presiden Trump untuk segera menghentikan tindakan militer terhadap Iran. Setelah pidato Trump yang lebih tenang itu, Ketua DPR AS, Nancy Pelosi bernapas lega.

Trump mengumumkan akan mundur dari segala serangan militer terhadap Teheran. Hanya saja, kubu Demokrat dari Kongres tetap skeptis terhadap pemerintah pascaserangan drone pekan lalu yang menewaskan Jenderal Qasem Soleimani.

Demokrat berusaha melawan kewenangan presiden jika ingin berperang. Trump diminta menghentikan semua tindakan militer terhadap Iran dalam waktu 30 hari kecuali Kongres memberikan suara untuk menyetujuinya. Partai Republik secara umum memuji Trump.

Berita Terkait : Banjir Bikin Harga Pangan Melambung

Trump menyerukan pesan damai. Ia mengumumkan sanksi ekonomi terhadap Teheran tetapi tidak menyerukan aksi militer terhadap Iran. Hal itu diungkapkannya dalam pidato publik formal pertamanya terkait konflik dengan Iran sejak pekan lalu.

“Amerika Serikat siap merangkul perdamaian dengan semua pihak yang menginginkan itu,” kata Trump didampingi Wakil Presiden Mike Pence, Sekretaris Negara Mike Pompeo, Sekretaris Pertahanan Mark T Esper dan pejabat militer lainnya. 

Trump tidak banyak menjelaskan alasannya untuk memerintahkan pembunuhan Mayor Jenderal Soleimani. “Ia (Soleimani) seharusnya sudah dihentikan sejak lama,” kata Trump.

Pada Rabu (8/1) Iran membalas kematian Soleimani dengan meluncurkan lebih dari 20 rudal balistik di dua pangkalan militer di Irak tempat penampungan militer dan warga AS. Trump mengatakan semuanya terkendali, dan tidak ada orang Amerika yang terbunuh.

Berita Terkait : Kalau Teheran Nekat, Trump Ancam Hancurkan 52 Situs Penting Iran

“Ketika kami terus mengevaluasi opsi dalam menanggapi agresi Iran, Amerika Serikat akan segera menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan pada rezim Iran,” kata Trump.

AS sebelumnya menerapkan sanksi yang melumpuhkan Iran. Pada Juni, Trump mengumumkan aturan baru pada Teheran terhadap tanker di perairan internasional.

Pada musim semi 2019, AS memotong pendapatan terkait minyak Iran, sehingga langsung menghantam jantung ekonomi negara itu. 

Sebelumnya, Menteri luar negeri Iran Javad mengatakan, negaranya tidak ingin ada eskalasi atau perang. Zarif, memposting pernyataan di Twitter setelah Iran melakukan serangan dalam menanggapi pembunuhan Soleimani.

Berita Terkait : 2020, Armada Laut dan Kereta Bersubsidi Mulai Mengaspal

Soleimani tewas pada Jumat (3/1) di Baghdad dalam serangan pesawat tanpa awak yang diperintahkan Trump. Para pejabat AS mengatakan, sang jenderal, yang memimpin Pasukan Pengawal Revolusi ekspedisi asing, telah merencanakan serangan-serangan yang akan segera terjadi di AS. [MEL]