Dark/Light Mode

Pasca Debat Perdana Pilkada Depok

Petahana Positif Kena Corona

Jumat, 27 Nopember 2020 06:33 WIB
Wali Kota Depok, Mohammad Idris
Wali Kota Depok, Mohammad Idris

RM.id  Rakyat Merdeka - Beberapa hari usai menjalani debat perdana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok 2020 pada Minggu (22/11), calon petahana Wali Kota Depok, Mohammad Idris dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Ini diketahui setelah tes Swab PCR pada Rabu (25/11). Kendati dinyatakan positif Covid-19, saat ini kondisi Idris dikabarkan stabil dan dalam keadaan sehat.

Ketua Tim Sukses Paslon Idris-Imam, Hafid Nasir dalam keterangan resminya, kemarin menjelaskan, pada saat debat, kondisi Idris masih sehat.

Bahkan sebelum debat berlangsung, ujarnya, baik pasangan calon (paslon) maupun rombongan terbatas yang menghadiri debat, seluruhnya diwajibkan mengikuti rapid test dan hasilnya non reaktif.

“Pak Idris termasuk yang sangat tertib menjaga protokol kesehatan, hingga dinyatakan positif oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok.

Hafid pun meminta doa kepada seluruh masyarakat, agar Idris segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasanya.

“Kami menghormati protokol kesehatan. Saat ini, Kiai Idris tengah menjalani karantina dan perawatan intensif di RSUD Depok. Kami mohon doa kepada seluruh warga Depok,” ujarnya.

Calon Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, yang maju mendampingi Idris menyatakan belum mengetahui kondisi kesehatan terkini dari Idris, karena belum ada kesempatan bertemu lagi.

Menurutnya, setelah acara debat, kondisi Idris dalam keadaan sehat.Bahkan menjelang acara debat, semua diharuskan melakukan rapid test dan swab juga. Hingga semuanya dinilai sehat.

Berita Terkait : Pastikan Betul Wasitnya Netral, Tidak Ikut Main

“Debatnya hari Minggu. Saya baru dapat kabar kemarin. Saya belum ketemu lagi setelah de-bat,” tuturnya. [EDY]

Demokrat ingin sukses di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Surabaya 2020. Maklum, Demokrat sudah 20 tahun puasa, tak pernah menang di Kota Pahlawan itu.

Demokrat pun mendukung penuh pasangan calon (paslon) Machfud Arifin-Mujiaman dan diharapkan bisa mengalahkan jagoan PDIP, Eri Cahyadi-Armuji.

Jelang berakhirnya masa kampanye, paslon nomor urut 02, Machfud Arifin-Mujiaman terus diberi suntikan moral dari para petinggi partai.

Setidaknya, setelah sebelumnya disambangi tokoh senior Partai Golkar, Akbar Tanjung, kini paslon Machfud Arifin-Mujiaman diberi dukungan semangat oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Mereka bertemu di Surabaya, kemarin. Dalam pertemuan itu, putra sulung Susilo Bambang Yudho-yono (SBY) itu berharap paslon usungan Demokrat ini mampu mewujudkan salah satu mimpi Demokrat.

Menang di Pilkada Kota Surabaya.“Kita (Demokrat) sudah lama ya, di Surabaya menunggu. Sekitar 20 tahun. Semoga Pak Machfud Arifin dan Pak Mujiaman Sukirno bisa mewujudkannya,” ujar AHY.

Mantan Calon Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan, gelaran Pilkada Kota Surabaya akan dapat perhatian khusus darinya. Mengingat, Kota Pahlawan jadi salah satu barometer politik, ekonomi, sosial budaya hingga pertumbuhan tingkat nasional.

Menurutnya, Surabaya untuk lima tahun ke depan harus dipimpin oleh pemimpin tegas, cakap, humanis dan merangkul semua pihak. Ini penting, agar laju pembangunan di Kota Surabaya tak menyengsarakan rakyat.

Berita Terkait : PDIP Pede Juara Di Depok

AHY juga menegaskan, Demokrat tak hanya ingin menang di Pilwalkot Surabaya 2020. Tetapi ingin menciptakan Pilkada sehat.

Karena Pilkada kali ini digelar di tengah pandemi Covid-19. Dulu, kenangnya, Demokrat kalau berkampanye, minimalbisa berbicara di depan ribuan orang.

Bahkan puluhan ribu orang dalam satu jam. Tapi kini, setiap perjalanan, setiap titik, dibatasi maksimal hanya 50 orang.

“Jadi bisa dibayangkan betapa berbedanya pendekatan kampanye dulu dengan sekarang di masa Covid-19. Tentu kita semua ingin menang. Tapi juga ingin se-lamat,” ujar AHY mengingatkan.

Dia juga mengapresiasi berbagai usaha yang telah dilakukan tim Machfud-Mujiaman, dalam memaksimalkan kampanye di tengah pandemi Covid-19.

Salah satunya, memaksimalkan media luar ruang yakni baliho dan spanduk-spanduk.

Sebelumnya, tokoh senior Golkar Akbar Tandjung turut menghadiri kampanye akbaryang diselenggarakan DPC Partai Golkar Surabaya pada, Selasa (24/11).

Golkar pun mewajibkan paslon Wali Kota-WakilWali Kota Surabaya nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujimaan Sukirno untuk menang di Pilwalkot Surabaya 2020.

“Pemilihan kepala daerah bukan hanya mencari suara terbanyak. Tapi menemukan dan mendengar suara rakyat. Visi politik adalah dekat dengan rakyat. Paslon Machfud-Mujiaman akan membuat Surabaya lebih baik. Pada 9 Desember, paslon nomor 2 wajib menang,” ujar Akbar.

Berita Terkait : Gile! 1.000 Petugas KPPS Denpasar Positif Covid-19

Dia juga menekankan, bahwa Pilkada Surabaya 2020 adalah kontestasi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Satgas Covid Takut Pelanggaran Prokes Secara terpisah, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) mengaku, khawatir di minggu-minggu terakhir masa kampanye Pilkada 2020 ini. Mereka takut, jumlah pelanggaran protokol kesehatan (prokes) meningkat, seiring semakin gencarnya pasangan calon (paslon) melakukan kampanye tatap muka.

Diketahui, tahapan masa kampanye akan berakhir pada 5 De-sember 2020. Artinya, kurang dari 10 hari lagi seluruh paslon akan memasuki masa tenang.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi mengatakan, menjelang berakhirnya masa kampanye ini, angka pelanggaran terhadap prokes dikhawatirkan semakin meningkat.

Kurva peningkatannya, sebut dia, meroket, seirama dengan berakhirnya masa kampanye Pilkada pada 5 Desember.

Alasan utama pelanggaran prokes akan meningkat didasarkan pada tren jumlah kampanye tatap muka dan pelanggaran prokes semenjak tahapan kampanye, di mulai pada Sabtu, 26 September 2020.

“Jadi ini eskalasinya semakin mendekati hari H, maka (kurva) kampanyenya semakin gencar. Kemungkinan pelanggaran (protokol kesehatan) semakin tinggi potensinya,” ujarnya, kemarin. [SSL]