Dewan Pers

Dark/Light Mode

Terapkan Prokes Ketat, Debat Kedua Pilkada Tangsel Digelar

Kamis, 3 Desember 2020 12:02 WIB
Anggota KPU Tangsel, Ade Wahyu Hidayat
Anggota KPU Tangsel, Ade Wahyu Hidayat

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan kembali menggelar debat kandidat calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota putaran kedua, hari ini.

Debat akan disiarkan secara langsung di salah satu stasiun televisi swasta pada pukul 20.00 WIB. Temanya, ‘Keamanan dan Keadilan’. “Tema debat pertama terkait ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

Pada debat kedua ini mengangkat tema mewujudkanmasyarakat Tangsel yang aman, damai dan berkeadilan,” kata Anggota KPU Tangsel Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Pemilih, Ade Wahyu Hidayat, kemarin.

Berita Terkait : Telkom Group Andalkan Talenta Anak Muda Di Bisnis Digital

Menurutnya, debat kandidat itu akan melibatkan tiga pasangan calon (paslon). Yakni paslon nomor urut 1 Muhamad-Rahayu Saraswati Djodjohadikoesoemo, paslon nomor urut 2 Siti Nur Azizah-Ruhama Ben dan paslon petahana nomor urut 3 Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan.

Debat putaran kedua, lanjut Ade, tidak jauh berbeda dengan debat pertama. Terbagi dalam enam segmentasi, acara mulai dari pemaparan visi misi, tanya jawab antar pasangan calon dan diakhiri dengan pernyataan penutup dari para paslon.

Sama dengan debat pertama, jelasnya lagi, debat kali ini akan terbagi jadi enam segmentasi. Ada penyampaian visi misi, pendalaman materi, pertanyaan dari tim pakar yang dibacakan moderator, saling menanggapi jawaban paslon, saling bertanya lalu ditutup closing statement oleh masing-masing paslon.

Berita Terkait : Biden Dikelilingi Kaum Hawa

Meski demikian, Ade memastikan, pelaksanaan debat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat di dalam studio. Berdasarkan pengalaman pelaksanaan debat kandidat paslon pada putaran pertama, penerapan prokes oleh paslon dan tim yang hadir sangat baik.

“Secara keseluruhan bagus, tidak ada keberatan dari paslon. Sehingga pada pelaksanaannya di studio itu tertib. Kami, paslon, tim pemenangan dan seluruhnya sudah dewasa dalam mematuhi protokol kesehatan,” bebernya.

Selain itu, dalam debat lalu, peserta yang hadir juga dibatasi, karena memang tidak boleh membawa banyak massa pendukung. “Perwakilan peserta kampanye dari masing-masing tim kampanye
yang diperkenankan hadir dalam studio hanya empat orang. Dua pasangan calon, Komisioner KPU dan dua orang dari Bawaslu. Itu sesuai PKPU (peraturan KPU -red),” tutupnya. [EDY]