Dark/Light Mode

Hasil Coblos Ulang Pilgub Kalsel

Petahana Unggul, Denny Gugat PSU Lagi Ke MK

Kamis, 10 Juni 2021 06:50 WIB
Calon Gubernur (Cagub) Kalsel, Prof Denny Indrayana saat jumpa pers terkait hasil PSU Pilkada Kalsel di Banjarbaru, Rabu (9/6/2021). (Foto: ANTARA)
Calon Gubernur (Cagub) Kalsel, Prof Denny Indrayana saat jumpa pers terkait hasil PSU Pilkada Kalsel di Banjarbaru, Rabu (9/6/2021). (Foto: ANTARA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasangan Calon (Paslon) petahana Sahbirin Noor-Muhidin unggul sementera dalam perolehan suara Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalimantan Selatan (Kalsel), kemarin. Paslon Prof Denny Indrayana-Difriadi Drajad pun kembali bakal gugat hasil PSU ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Berdasarkan pantauan di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), Paslon Sahbirin-Muhidin yang disokong Golkar, PAN, PDIP, dan gabungan parpol lain menang atas paslon Denny-Difriadi. Kemenangan paslon nomor 1 itu di antaranya terjadi di Kelurahan Murung Raya, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Berita Terkait : Stop Kampanye Hitam!

Dari data yang dihimpun dari tiga TPS di Kelurahan Murung Raya (TPS 11, 12 dan 13), diketahui, untuk perolehan suara sementara didominasi Paslon Sahbirin-Muhidin. Hasil penghitungan surat suara hasil coblosan di TPS 11, Paslon petahana unggul dengan perolehan 111 suara. Sedangkan untuk Paslon Denny-Difriadi memperoleh 93 suara, dari total 343 pemilih. Dengan jumlah pengguna hak pilih sebanyak 214 orang dan tercatat ada 10 suara tidak sah.

Sementara, di TPS 12 Kelurahan Murung Raya, Sahbirin-Muhidin unggul dengan perolehan 179 suara, sedangkan Denny-Difriadi mengantongi 89 suara, dari total jumlah 497 pemilih. Jumlah pengguna hak pilih sebanyak 271 orang dan 8 suara tidak sah.

Berita Terkait : KPU: Tensi Politik Memang Naik, Tapi PSU Pilgub Kalsel Siap Dilaksanakan

Bahkan, di TPS 13, Sahbirin-Muhidin juga unggul dengan 243 suara, sedangkan Denny-Difriadi dengan perolehan 96 suara,dari total jumlah pemilih 487 orang. Di TPS 2 Banua Anyar, Kecamatan Astambul, Sahbirin-Muhidin unggul dengan meraih 154 suara. Sedangkan Denny-Difriadi meraih 64 suara.

Menanggapi hasil sementara PSU, Calon Gubernur (Cagub) Kalsel, Prof Denny Indrayana mengaku, masih mendapati beberapa persoalan saat PSU. Menurutnya, ada calon pemilih yang belum mendapat undangan resmi dan tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), sehingga tidak bisa menyalurkan hak pilih.

Berita Terkait : Bawaslu Kalsel Akan Copot Spanduk Berbau Kampanye

“Ini mengganggu hilangnya hak pilih. Masih maraknya politik uang. Di lapangan ada gesekan-gesekan antara yang ingin memberikan uang, serangan fajar. Tim kami ingin politik yang bersih,” beber Denny saat konferensi pers, kemarin.

Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) ini berterima kasih atas pemilih yang sudah memilihnya saat Pilgub Kalsel. Menurutnya, suara dari pemilih itu tanpa praktik politik uang. Denny mengaku, sudah mengetahui hasil sementara PSU Pilgub Kalsel, tapi masih menunggu keputusan resmi KPU.
 Selanjutnya