Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mundur Dari DPD Untuk Maju Pilkada, Mirati Kecewakan Rakyat Maluku
Jumat, 28 Juni 2024 12:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Keputusan caleg DPD terpilih Mirati Dewaningsih mundur sebelum dilantik karena alasan ingin maju sebagai calon bupati Maluku Tengah, mendapat kecaman dari masyarakat di Provinsi Maluku.
Mirati dianggap sudah mengecewakan dan membohongi para pemilihnya. Tokoh Pemuda Maluku Ajis Talauhu Samad menyayangkan para caleg terpilih mundur setelah mendapatkan suara yang cukup untuk menjadi wakil Maluku di DPD.
Menurut Ajis, bila ada tokoh maju ke Pileg, tetapi sebenarnya ingin maju Pilkada, sebaiknya menunggu jadwal Pilkada. Jangan kemudian masuk di Pileg DPD.
“Walaupun ini hak Mirati tapi kan sayang suara rakyat, terbuang percuma, uang negara juga terbuang padahal jelas rakyat Maluku lebih ingin Mirati di DPD dibanding Nono,” kata Ajis dalam keterangannya, Jumat (28/6/2024).
Ajis menilai, Mirati memiliki pengalaman yang cukup menjadi keterwakilan perempuan untuk menduduki kursi dewan.
Baca juga : Masinton: MKD DPR Tidak Miliki Kewenangan Periksa Pimpinan MPR
“Bagi saya pribadi cukup disayangkan, karena Ibu Mirati salah satu anggota DPD yang sudah tiga kali menjadi Anggota DPD RI sejak tahun 2004 dan 1 kali menjadi anggota DPR RI,” ujar Ajis.
“Jika beliau tidak mundur, Ibu Mirati mungkin adalah satu dari beberapa politisi DPD yang mencatatkan sejarah anggota DPD terlama di Indonesia dan perempuan pula. Hal yang mungkin sulit dicapai oleh anggota DPD yang lain,” sambungnya.
Dengan pengunduran diri yang dibuat oleh Mirati, sesuai Pasal 423 UU Pemilu, ia akan digantikan oleh pemilik suara terbanyak kelima yakni Nono Sampono.
Sementara Ketua Walang Aspirasi Rakyat Maluku, Christian Sea mengatakan, keputusan Miranti mundur dari caleg DPD terpilih sebelum dilantik sangat mengecewakan masyarakat Maluku yang telah memberikan suara dan kepercayaan kepada yang bersangkutan.
"Belum dilantik, ibu Miranti Dewaningsih lagi-lagi melakukan pencalonan dalam hal ini bupati Maluku Tengah dan mengundurkan diri, ini sesuatu yang sangat mengecewakan masyarakat Maluku yang telah mempercayakan beliau," ujarnya.
Baca juga : Menperin Prihatin Kecelakaan Kerja Di PT ITSS Morowali
Christian menyebut, Miranti telah menyia-nyiakan suara rakyat yang memiliihnya pada Pemilu 2024 lalu.
Menurutnya, Miranti juga mengingkari janji-janji yang disampaikan selama kampanye pemilihan anggota DPR dapil Maluku.
"Beliau telah mengingkari janji-janji yang pernah beliau sampaikan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Maluku di Jakarta melalui DPD," ujarnya.
"Ini sebuah tindakan yang menurut saya tidak menunjukkan keteladanan sebagai tokoh nasional. Karena telah membohongi atau mengingkari kepercayaan rakyat melalui pesta demokras di 2024 kemarin," kata Christian.
Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merespons pengunduran diri beberapa caleg DPR dan DPD terpilih yang mundur tiba-tiba sebelum dilantik menjadi anggota legislatif pada Oktober 2024. Salah satunya, Mirati Dewaningsih.
Baca juga : Ini Plus Minus Pilkada Langsung
Anggota Bawaslu Puadi menjelaskan secara teknis hukum calon anggota DPR atau DPD terpilih yang mundur sebelum dilantik bukanlah perbuatan atau tindakan yang dilarang.
Sebab tidak ada satu pun norma hukum positif saat ini (ius constititum) yang melarangnya.
Puadi melanjutkan, Bawaslu sebagai institusi yang terlibat dalam Pemilu hanya berkewajiban menjaga akuntabilitas dan kredibilitas proses dan hasil pemilu sesuai dengan pilihan rakyat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya