Dewan Pers

Dark/Light Mode

Seperti Ayam Mati Di Lumbung Padi

Senin, 31 Januari 2022 07:24 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkanya minyak goreng akhir-akhir ini sungguh sangat ironis. Sebagai negara produsen minyak sawit terbesar di dunia, kita malah mengalami kelangkaan. Kita tidak bisa menjadi tuan di negeri sendiri. Ibarat pepatah, ini seperti ayam mati di lumbung padi.

Krisis minyak goreng ini sungguh telah menampar wajah bangsa ini sebagai negara yang memiliki lahan perkebunan sawit terluas di dunia. Sebagai pemilik raw material terbesar untuk minyak goreng. Tidak heran, banyak orang bertanya-tanya, apa sesungguhnya yang sedang terjadi.

Berita Terkait : Kepala IKN Harus Ngerti Pertahanan

Dengan kondisi ini, perlu segera ada perbaikan. Terutama dalam hal manajemen minyak sawit dari hulu sampai hilir. Semua harus diperbaiki. Kita harus benar-benar serius membereskannya, agar masalah kelangkaan minyak goreng ini tidak terulang lagi.

Kalau bicara masalah hilir, kita harus bicara packaging. Kalau sudah ada packaging, tentu akan lebih mahal dari raw material. Namun, kondisi ini bukan alasan. Sebab, kita memiliki lahan sawit terluas di dunia. Dengan kondisi ini, mestinya daya tawar kita di mata dunia tinggi.

Berita Terkait : Akhir Pandemi

Dengan kepemilikan lahan terluas, kita tidak boleh disetir orang lain. Oleh bangsa lain. Apalagi dimonopoli. Bila perlu, kita yang seharusnya memonopoli. Sayangnya, ini kok di negeri sendiri malah ada kelangkaan.

Ini pasti ada middleman yang membuat kacau. Ini pasti ada para taipan yang hanya mengambil keuntungan untuk diri sendir. Pasti ada para penimbun gelap yang mempermainkan harga. Mereka semua harus disikat habis.

Berita Terkait : Hukum Mati Predator Seks

Para penegak hukum kita harus bergerak cepat. Para penimbun minyak goreng, yang telah membuat kelangkaan, harus ditindak keras. (*)