Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jadi Pejabat Siap Dihujat

Rabu, 3 Juli 2019 07:50 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketika seseorang memutuskan menjadi pejabat publik maka berhentilah mengeluh. Mengeluh karena terus-terusan mengalami bullying. Di era digital, kegiatannya bisa lebih massif: cyber bullying dengan kekuatan penekan bernama netizen. Para warganet ini bisa melakukan aksi hashtag sebagai kekuatan penekannya.

Jadi pejabat itu tanda tangan kontrak siap dihujat dan dicacimaki. Jangan dan tidak usah mengharap dipuji. Mengapa, karena ia menduduki singgasana kekuasaan milik rakyat dan digaji oleh rakyat. Seluruh kegiatan mereka dibayar oleh rakyat dengan taat membayar pajak. Penguasa sesungguhnya ialah rakyat. Pejabat hanya petugas rakyat untuk menjalankan amanah mengurusi keperluan rakyat.

Berita Terkait : Lagu Lama

Sebagai petugas rakyat mereka sejatinya melayani rakyat, bukan yang lain. Rakyat adalah prioritas utama dalam tugasnya. Jangan sekali-kali mengkhianati rakyat. Jangan pula mencoba menipu dan mengelabui rakyat. Slalu saja ada cara rakyat mengetahui kebejatan perilaku kekuasaan mereka. Cepat atau lambat akan terbongkar.

Oleh karena itu hati-hati melangkah menjalankan amanah. Dengan ungkapan lain, apapun jabatan publik yang diemban, harus slalu merasa bila ada kritikan, omelan, atau tumpahan amarah, itu tanda ia masih banyak kekurangan, kelemahan dalam menjalankan tugas. Terima saja dengan lapang dada semua kritikan itu.

Berita Terkait : Koalisi Dan Islah

Saat ini, di era digital media, seorang pejabat dituntut bukan hanya kerja baik tapi juga publik harus mengetahui dengan baik kita kerja baik. Saat ini, pejabat publik bisa menggunakan instrumen sosial media untuk menginformasikan kepada publik tentang apa yang telah, sedang dan akan dikerjakannya.

Pejabat harus mengerti cara bekerja digital marketing. Dengan melek digital marketing maka ia akan punya cara memenuhi hak publik untuk mengetahui langkah-langkah mensosialisasikan kegiatan-kegiatan pemerintahannya. 

Berita Terkait : Calon Menteri

Sealamiyah mungkin dilakukan, tidak ada mark up atau make up apalagi engineering yang tak perlu. Sehingga rakyat bisa merasakannya sebagai ketulusan buka rekayasa. Semua dikerjakan dari hati dengan hati maka pasti akan sampai ke hati. ***