Dark/Light Mode
- 2 Kemenangan Beruntun, PSM Makin Pede di BRI Super League
- Petaka Menit Ke-90, Persib Tumbang di Markas Madura United
- Juventus Vs Rennes Berakhir Imbang, Gol Kemenangan Dianulir VAR
- Debut di Asian Para Games 2026, Abdil Majid Langsung Sabet Emas
- AC Milan Dibantai Bournemouth, Maignan Kena Kartu Merah
Wartawan Senior
Sebelumnya
Sangat mencemaskan, apalagi sudah puluhan tahun Indonesia terbebas dari penyakit ini. Membuka impor ternak dari India, diduga menjadi penyebab kembali mewahnya penyakit “jadul” ini.
Sejak menyerang akhir April 2022, kerugian diperkirakan sudah lebih dari Rp 20 triliun!
Baca juga : Politik Sonder Kepekaan
Melihat kondisi mengkhawatirkan ini, wajar kalau wakil rakyat tersebut “ngamuk” sampai menyinggung anggaran food estate yang diperjuangkannya, termasuk untuk peternakan, senilai Rp 800 miliar.
Keseriusan bernegara memang sangat dibutuhkan. Hasil pembicaraan di gedung wakil rakyat yang nyaman dan ber-ac, mestinya sampai ke petani dan peternak. Ada kesinambungan dan keterkaitan di tataran atas dan bawah.
Baca juga : Polarisasi Akan Menguat?
Apalagi, di masyarakat kita hewan ternak adalah sumber utama penghasilan. Bahkan, ada yang mengatakan, di Jawa Timur, saking pentingnya, sapi ditempatkan di ruang tamu.
Persoalan serius ini perlu ditangani serius. Tegas, fokus, cepat, tepat dan tuntas. Jangan main-main. Karena, banyak sekali yang bergantung dan berharap; peternak, tenaga kerja, perdagangan, transportasi, industri kuliner kaki lima sampai hotel bintang lima.
Baca juga : Membangun Warisan Politik Keluarga
Awas PMK! Bisa menanduk kanan-kiri. Siapa saja. Hati-hati. Banyak yang sudah “ditanduk” kasus hewan dan daging ternak. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.