Dewan Pers

Dark/Light Mode

Strategi Hadapi Krisis Pangan

Senin, 25 Juli 2022 06:10 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Dunia sedang menghadapi krisis pangan. Pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan membuat suplai dan pasokan pangan dunia terganggu.

Sejak jauh-jauh hari, Indonesia sebenarnya sudah bersiap menghadapi ini. Sebab, ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Ada hubungannya dengan kedaulatan negara. Kalau sebuah bangsa memiliki ketahanan pangan, maka ketahanan nasionalnya terjaga. Begitu pula kedaulatan negara. Dengan demikian, ini merupakan bagian dari national interest.

Berita Terkait : Serahkan Saja Ke Yang Muda

Dalam menerjemahkan visi dan misi ini, Presiden Jokowi sudah benar dengan menunjuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk mengomandani masalah ketahanan pangan sejak 2020. Hasilnya juga sudah mulai terlihat.

Soal mengapa Prabowo yang dipilih, rasanya tak perlu diributkan lagi. Boleh jadi, alasan di balik keterlibatan dan tanggung jawab penuh Prabowo dalam urusan ketahanan pangan ini terkait erat dengan realitas bahwa pangan bukan semata manajemen pertanian tapi sudah jadi ranah ketahanan nasional. Ada politik pertahanan di balik tata kelola pertanian.

 

Berita Terkait : Mencari Solusi Untuk Papua

Dalam konteks percaturan geo ekonomi politik, pangan telah menjadi bagian dari perang dominasi antarbangsa. Oleh karenanya, penting peran dominan lembaga pertahanan dan ketahanan negara dalam setiap proses penyelenggaraan dan penyediaan pangan. Dari hulu sampai hilir mesti berada dalam visi ketahanan nasional.

Peran Prabowo yang kentara di fase awal sangat krusial: penyediaan lahan. Penyediaan lahan ini merupakan isu sensitif, apalagi skala kebutuhan lahannya skala berjuta-juta hektar. Soal lahan ini, banyak mafia dan percaloan tanahnya.

Berita Terkait : Drama SudahTidak Laku

Demikian keadaannya, maka amat baik bila terbentuk sistem ketahanan yang melindungi kegiatan penyediaan, pengadaan, pembukaan, penanaman, perawatan dan panen. Kalau sudah berhasil dalam tata kelolanya, maka mimpi swasembada pangan segera terwujud. Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia.

Ketahanan pangan perlu political will yang kuat. Tidak bisa asal-asalan. Kita berharap, Prabowo bisa memimpin pasukan menjadikan Indonesia sebagai pusat pangan dunia. ■