Dark/Light Mode

Sudah Cape Mikirin Tempe

Rabu, 7 Desember 2022 06:10 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Tempe merupakan makanan rakyat yang kaya gizi dan protein. Meski rakyat kecil jarang mampu untuk membeli lauk yang lebih mahal, seperti ayam, ikan, dan daging, gizi mereka relatif terjaga berkat “pertolongan” tempe, dan juga temannya yaitu tahu.

Sayangnya, dalam beberapa waktu ini, harga tempe dan tahu melonjak. Bahkan, kadang-kadang tempe dan tahu menghilang. Ketika ada, harganya gila-gilaan. Bahkan sempat naik sampai 100 persen, meski kemudian turun lagi.

Baca juga : Kenaikan Harga Telur Bikin Babak Belur

Biang kerok kenaikan harga tempe ini adalah pasokan kedelai, yang 90 persennya berasal dari impor. Saat pasokan dari negara produsen terganggu, harga kedelai di dalam negeri melambung tinggi.

Kondisi seperti itu membuat para pengrajin tempe dan tahu pun gelagapan. Saat harganya sudah tidak rasional lagi, mereka kadang memutuskan untuk tidak berproduksi dalam beberapa saat.

Baca juga : Urusan Beras Bikin Waswas

Peristiwa seperti ini terus berulang. Bahkan, di tahun ini, sudah lebih dari tiga kali. Berulang kali pula harga tempe dan tahu melonjak.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.