Dark/Light Mode
Wartawan Senior
Sebelumnya
Saat itu terjadi, emak-emak dari kalangan ekonomi bawah kebingungan. Sebab, makanan andalan untuk keluarga menghilang. Kalaupun ada, harganya melonjak, membuat mereka harus merogoh kocek lebih dalam.
Dalam mengatasi masalah ini, solusi yang dipakai Pemerintah baru “itu-itu saja”. Yaitu dengan memberikan subsidi harga kedelai untuk para pengrajin tahu dan tempe. Padahal, solusi ini hanya bersifat temporer. Sementara. Tidak bisa permanen. Buktinya, setiap kali terjadi kenaikan harga kedelai, harga tempe langsung melonjak.
Baca juga : Kenaikan Harga Telur Bikin Babak Belur
Dengan kondisi seperti ini, Pemerintah harusnya mulai memikirkan solusi yang lebih jitu dan permanen. Seperti dengan memproduksi kedelai dalam negeri. Tidak lagi tergantung dengan impor. Jadi, seandainya pun terjadi gonjang-ganjing dunia, jika produksi kedelai dalam negeri kita aman, tempe dan tahu pun akan tetap aman. Impor hanya dilakukan saat-saat tertentu saja, saat force majeure seperti gagal panen atau terjadi bencana.
Apakah kita bisa memproduksi kedelai dalam jumlah besar? Harusnya bisa. Dengan teknologi pertanian yang sudah semakin maju, bukan hal yang sulit menanam kedelai di negeri ini. Asalkan ada political will, dilakukan secara terencana, disiapkan segala kebutuhan, kita pasti bisa. Apalagi bumi Indonesia dikenal sangat subur dan ketersediaan lahan masih sangat besar.
Baca juga : Urusan Beras Bikin Waswas
Untuk itu, kita berharap, Pemerintah segera serius untuk memproduksi besar-besaran kedelai di dalam negeri. Jangan mengandalkan impor terus. Sebab, rakyat kecil sudah cape dengan harga tempe yang berulang kali mengalami kenaikan. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.