Dark/Light Mode

Kereta, Sekolah Dan Jalan Rusak

Selasa, 18 April 2023 07:20 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Kita sepakat: jangan sampai APBN menjadi jaminan atas utang pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Karena itu, kita mendukung langkah Menteri Luhut Binsar Panjaitan menolak permintaan China yang meminta jaminan APBN untuk proyek kereta cepat bernilai lebih dari Rp 110 triliun tersebut.

Indonesia harus berjuang keras untuk tetap pada posisi menolak permintaan pihak China. Karena, APBN adalah “kas” milik rakyat untuk membiayai pembangunan di banyak sektor.

Baca juga : Kemana Efek Jera Itu…

Apalagi kalau utang dan bunga pembiayaan kereta cepat tersebut berlangsung dalam jangka panjang. Dampaknya, bisa “menyandera” APBN, juga dalam waktu yang lama. Sementara bangsa ini juga punya prioritas lain yang tak kalah pentingnya dibanding kereta cepat Jakarta-Bandung.

Sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, bantuan sosial serta banyak sektor lainnya, termasuk pembangunan jalan tol atau non tol , juga butuh jaminan anggaran yang jelas, konsisten dan kuat. Nilai proyek kereta cepat diprediksi bisa membangun sekitar 1.000-an km jalan tol.

Selain itu, karena APBN adalah “kas untuk rakyat”, sehingga perlu dibicarakan dengan rakyat melalui wakilnya DPR.

Baca juga : Mendambakan Satu Wajah KPK

Kita juga berharap, DPR dengan segala kewenangannya, memiliki sikap kritis, kemauan, serta ketegasan dalam mengawal dan mengawasi masalah ini sehingga tidak membebani negara dan rakyat.

DPR bisa “mengaudit” lebih detail dengan pertanyaan sederhana: mengapa biayanya terus membengkak? Kenapa molor? Bagaimana nasib kasus ini sampai puluhan mendatang? Atau, DPR juga bisa meminta keterangan pihak China.

Karena itu, pemerintah jangan patah semangat untuk terus berjuang mendesak China supaya tidak memaksakan kehendak menjadikan APBN Indonesia sebagai jaminan. Nego supaya bunganya diturunkan, juga perlu terus dilakukan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.