Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Jelang Pilpres, Teman Jadi Musuh

Jumat, 26 Mei 2023 04:59 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Hawa panas Pilpres 2024 sudah terasa. Sikap saling sindir, saling ledek, bahkan saling serang dan saling menjelekkan sudah semakin marak. Sikap ini tidak hanya terjadi di antara musuh bebuyutan, tapi juga pada kelompok yang awalnya merupakan teman.

Saat ini, sudah ada tiga kandidat capres yang akan maju di 2024. Mereka adalah (diurutkan berdasarkan abjad) Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Ketiganya sudah hampir menggenggam tiket capres. Tinggal finalisasi koalisi saja.

Baca juga : Jokowi Pastikan, Kejagung Profesional Tangani Kasus Plate

Awalnya, banyak tokoh dan pakar yang berekspektasi, munculnya tiga calon atau lebih akan meminimalisir keterbelahan di antara masyarakat. Tidak lagi seperti 2014 dan 2019. Namun, harapan ini ternyata tidak bisa terwujud dengan mudah. Sebab, hawa panas Pilpres tetap saja membakar para pendukung capres. Mereka pun mulai menyerang lawan-lawan dari jagoannya.

Yang parahnya, serangan-serangan ini tidak hanya dilancarkan kepada musuh lama mereka di Pilpres 2014 dan 2019. Serangan juga dilancarkan kepada orang-orang yang dulu teman.

Baca juga : Soal Data Pertanian, Presiden Kembali Marah

Contohnya, para pendukung Presiden Jokowi kita terbelah. Ada yang mendukung Ganjar, ada yang mendukung Prabowo. Di antara pendukung ini pun mulai terjadi gesekan-gesekan. Awalnya mereka hanya “menembak” capresnya. Namun, lama-lama, sesama pendukung juga diserang.

Hal yang sama terjadi pada pendukung Prabowo saat Pilpres 2014 dan 2019. Kini mereka terbelah juga. Ada yang tetap mendukung Prabowo, ada yang sudah beralih mendukung Anies. Jika saat Pilpres 2014 dan 2019 mereka bahu-membahu untuk memenangkan Prabowo, kini justru saling sikut.

Baca juga : Partai Garuda: Yang Bisa Jegal Bakal Capres, Cuma Partai Yang Mau Usung

Sayangnya, para elite, seperti tak ada usaha untuk meredam gesekan ini. Mereka malah memberikan contoh buruk, dengan juga saling serang di antara lawan politik. Saling menegasikan, dan saling menjatuhkan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, harapkan Pilpres 2024 akan lebih adem bisa-bisa hanya tinggal angan. Agar Pilpres tidak semakin panas, ada baiknya semua pihak mampu menahan diri. Jangan membawa persaingan pilpres dalam perasan. Bersaing untuk memenangkan capres idola boleh-boleh saja, tapi hubungan pertemanan harus tetap dijaga.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.