Dark/Light Mode

Harus Tetap Baik Walau Pemilu Selesai

Jumat, 16 Februari 2024 00:23 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Saat masa kampanye Pemilu 2024, para politisi dan calon politisi “bermetamorfosis” menjadi orang yang baik, dermawan, suka menyapa, ramah, dan murah senyum. Bukan hanya kepada orang di sekitar mereka, kepada yang tidak dikenal juga mereka tetap baik. Bukan hanya di saat dimintai bantuan, saat orang lain tak minta pun mereka menawarkan diri.

Dengan maraknya sikap seperti ini, sampai-sampai muncul celotehan di masyarakat, “jika ada orang yang tiba-tiba baik, dia pasti caleg”. Celotehan ini ada yang cuma bersifat candaan, namun banyak juga yang berupa sindiran.

Baca juga : Mega Atur Waktu Ketemu Sultan

Sekarang, Pemilu sudah usai. Sebagian Caleg sedang bergembira ria karena meraih suara besar sehingga potensial untuk menjadi anggota Dewan. Sebagian lagi sedang bermuram durja karena raihan suara tak sesuai harapan.

Namun, apa pun hasil Pemilu, terpilih atau tidak, Caleg tersebut harusnya konsisten baik. Sebab, menjadi orang baik adalah keharusan. Semua agama memerintahkan umatnya menjadi orang baik. Melakukan perbuatan baik harus konsisten, bukan dadakan dan bukan musiman.

Baca juga : Di Perayaan Tahun Baru Imlek, Wapres Serukan Pemilu Sejuk Dan Damai

Karena itu, kita berharap, para politisi dan calon politisi yang nyaleg di Pemilu 2024, baiknya terus-menerus. Tidak hanya saat ada maunya saja baik-baikin masyarakat. Terpilih atau tidak terpilih pada Pemilu 2024, mereka harus tetap baik, ramah, dan dermawan kepada sesama.

Sayangnya, selama ini publik sering mendapat cerita yang kurang baik. Para Caleg biasanya hanya baik untuk sementara waktu. Hanya saat masa kampanye. Saat Pemilu selesai, kebaikan mereka juga selesai. Yang terpilih, lupa. Yang tidak terpilih, stres bahkan marah-marah kepada orang-orang yang mereka baik-baikin saat masa kampanye.

Baca juga : Bakri Cs Tatap Gelar Juara BACT Di Malaysia

Banyak cerita di masyarakat mengenai Caleg gagal yang meminta kembali bantuan yang mereka berikan. Bahkan yang paling miris, bantuan karpet masjid pun diambil kembali. Sungguh ironis. Hal ini menunjukkan, Caleg tersebut bukan cuma baik dadakan, tapi kebaikannya juga palsu.

Akibat hal ini, sejak tahap awal Pemilu 2024, sudah muncul meme-meme lucu di media sosial yang berkaitan dengan “kebaikan” caleg. Salah satu meme itu menunjukkan pengaspalan jalan rusak di desa yang hanya beberapa meter. Di bawahnya ditulis, “Segini dulu aspalnya. Kalau menang dilanjutkan”. Kita berharap, hal ini hanya sebatas meme. Tidak sampai menjadi kenyataan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.