Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah dilantik 21 Oktober 2024 lalu, beberapa menteri telah menunjukkan tajinya. Langsung gaspol. Yang lainnya, ada yang perlu adaptasi sembari berusaha tampil lebih baik, ada juga yang biasa-biasa saja, standar, business as usual. Atau, ada yang di bawah rata rata?
Kita berharap, semua menteri tampil dengan gebrakan produktif dan langsung gaspol. Apalagi tantangannya kian berat. Dipecahnya beberapa Kementerian, juga diharapkan bisa membuat lebih fokus dan produktif.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Menteri Pertanian bisa lah disebut sebagai yang paling menyita perhatian.
Komdigi di bawah Menteri Meutya Hafid dengan gebrakannya membongkar judi online yang selama ini sudah banyak menelan korban, layak diapresiasi.
Baca juga : Tes Penting 16 Hari
Kebijakannya untuk membuka kantor seluasluasnya untuk “digeledah” menunjukkan keseriusan dalam memberantas judi online.
Kita juga berharap, isu-isu lain terkait siber dan digitalisasi yang berkembang sangat cepat, jangan pula dilupakan. Sebut misalnya, pembajakan, peretasan, pemerasan dan penipuan digital serta pencurian data pribadi.
Yang sempat heboh yakni kasus peretasan terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS 2) yang terjadi beberapa bulan lalu. Bagaimana kabarnya sekarang?
Peretasan tersebut menyebabkan ratusan instansi pemerintah pusat dan daerah terganggu karena tak bisa meng akses datanya yang terkunci. Ini persoalan penting dan serius.
Baca juga : Pilpres AS Dan Rakyat Indonesia
Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga perlu digarisbawahi. Dalam waktu singkat, dia mencopot empat PNS Kementan. Dua diantaranya menjabat Direktur di Kementan. Kasusnya, terkait suap menyuap lebih dari sepuluh miliar rupiah.
Di atas panggung, dia juga langsung memerintahkan pencopotan para manager pupuk di daerah, karena pupuk yang sudah dikirim setahun, belum sampai ke petani. “Ini perintah! Copot!” tegas Amran.
Kita berharap, performa Kementan juga bisa lebih baik dan sigap. Karena, masih banyak persoalan pertanian yang perlu dibenahi.
Langkah Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan membentuk tujuh desk prioritas, juga perlu diapresiasi. Di antaranya, desk pemberantasan judi online, tipikor dan narkoba.
Baca juga : Arus Gerakan Bersih-bersih
Kita berharap, apa yang sudah di kerjakan tersebut bukan sekadar indah di atas kertas. Bukan pula “panas-panas tai ayam” atau gebrakan awal untuk pencitraan. Perlu konsistensi dan kontinuitas.
Para menteri lainnya, sudah cukup oke. Tapi, diharapkan bisa bergerak super cepat dengan gebrakan-gebrakan out of the box yang produktif. Bisa gaspol. Bukan yang business as usual. Bukan di bawah standar serta memantik kontroversi yang tidak perlu.
Rakyat menunggu kiprah serta aksi aksi nyata. Selama lima tahun ke depan. Bukan cuma sebulan dua bulan atau seratus hari pertama.
Ingat, enam bulan mendatang, ada potensi reshuffle. Semoga tidak ada yang dicopot. Karena, semuanya memiliki kinerja yang oke. Excellent. Itu harapan kita.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.