Dark/Light Mode

Uniknya Politik Biaya Tinggi

Minggu, 15 Desember 2024 05:54 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala daerah yang dipilih rakyat dan ditangkap KPK karena terjerat korupsi, jumlahnya banyak. Kepala daerah yang ditunjuk langsung oleh pemerintah, juga ada yang terseret kasus korupsi.

Contoh terbaru, penjabat Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa yang 2 Desember 2024 lalu terjaring operasi tangkap tangan KPK. Dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Kementerian Dalam Negeri, ternyata dia “tergoda” juga.

Kepala daerah yang terjerat korupsi sering dikaitkan dengan tingginya biaya politik yang mereka keluarkan. Korupsi kemudian menjadi jalan pintas untuk mengembalikan modal.

Baca juga : Jangan Sampai Kosong Panutan

Namun, aneh dan uniknya, dana kampanye yang dilaporkan ke KPU, tidaklah besar. Di Pilgub Jakarta misalnya, pasangan RK-Suswono “hanya” satu miliar rupiah. Pram-Rano lebih kecil lagi: Rp 100 juta. Dharma-Kun jauh lebih sedikit. Cuma Rp 5 juta.

Semua sudah tahu dimana “pemborosan” itu terjadi: money politics di ruang-ruang gelap. Dari sinilah muncul wacana kepala daerah dipilih DPRD.

Kemudian muncul pertanyaan: siapa yang jamin bahwa kepala daerah yang dipilih DPRD merupakan pilihan terbaik.

Baca juga : Jadi Pendekar Di Kementerian

Masalahnya, kepercayaan terhadap partai politik dan wakil rakyat sangat rendah.

Pemilihan langsung oleh rakyat saja, seperti sekarang, pilihan Parpol dengan aspirasi rakyat, ada yang tidak nyambung dan tidak tersalurkan.

Tidak jarang, yang diputuskan oleh Parpol justru tokoh yang tidak dikenal rakyat tapi dikenal dekat dengan petinggi parpol di pusat. Dan, tentu saja, punya uang.

Baca juga : Lulus Dari Tes Kehebohan

Karena itu, banyak suara yang mengatakan bahwa persoalannya ada di tubuh parpol. Mestinya, parpol yang perlu dibenahi secara serius dan total. Bukan justru memperbesar kewenangan parpol atau DPRD untuk memilih kepala daerah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.