Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menemukan banyak program konyol saat menyisir APBN 2025. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konyol berarti tidak sopan, kurang ajar, agak gila, kurang akal, tidak berguna, sia-sia.
Konyol bisa juga terkait anggaran yang tidak masuk akal, atau program yang tidak melalui perhitungan matang. Lebih berorientasi proyek. Misalnya, bangun bendungan, tapi irigasinya minim. Atau, bangun bandara tapi aksesnya tidak memadai. Atau, membuat program baru tanpa pertimbangan matang sehingga terjadi kekacauan.
Karena banyak program konyol, seperti disampaikan orang dekat Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, anggaran harus dipangkas sampai Rp 306 triliun. Dari pusat sampai daerah. Ini jumlah yang besar dan sangat berarti di tengah cekaknya anggaran.
Baca juga : GEAPP Menangkan Penghargaan Di Forum Ekonomi Dunia
Pemangkasan ini bisa “merepotkan” banyak instansi atau lembaga yang “oknumnya” biasa bermain dengan anggaran besar dan kurang pengawasan.
Karena anggaran minim, jangan sampai para pembantu Presiden, termasuk pemerintah daerah, mencari dana dengan cara-cara yang melanggar hukum dan aturan. Sehingga, niat baik untuk melakukan efisiensi justru melahirkan “kreativitas” negatif yang merugikan rakyat.
Untuk mengantisipasi “kreativitas negatif” ini kuncinya yakni menguatkan lagi pengawasan dan pemberantasan korupsi. Presiden perlu lebih keras lagi dalam urusan ini. Termasuk terhadap para pembantunya. Juga kepada tokoh-tokoh parpol yang menjadi pilar pemerintahannya namun berpotensi menjadi beban.
Baca juga : Jangan Persulit Rakyat Kecil
Karena itu, Presiden Prabowo bisa mempertimbangkan reshuffle kabinet untuk menata ulang para pembantunya. Kelincahan, efektivitas serta integritas para pembantu Presiden sangat mempengaruhi citra dan keberhasilan seluruh program yang dicanangkan.
Sungguh sangat indah kalau Presiden Prabowo bisa meninggalkan legacy sistem pemberantasan korupsi yang kuat bagi bangsa ini. Legacy ini tak kalah pentingnya dengan penghematan atau pemangkasan anggaran.
Memangkas program-program konyol sudah dilakukan. Selanjutnya perlu dipastikan bahwa anggaran tersebut tidak mengalami kebocoran.
Baca juga : Kemenhub Pangkas Anggaran BTS 59 Persen
Sungguh menyedihkan kalau anggaran yang sudah sangat terbatas tersebut kian tiris, sehingga yang sampai ke rakyat hanya tetesan-tetesannya saja.
Kita tunggu dampak positif dari efek tivitas pemangkasan anggaran serta kekuatan dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Ini dua kunci penting.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.