Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Sekali lagi: ini darurat. Pada tahun 2025, perputaran uang judi online mencapai Rp 1.200 triliun. Sedangkan tahun lalu, 2024, jumlahnya “hanya” Rp 981 triliun.
Data yang diungkap Kepala PPATK Ivan Yustiavandana (RM, Jumat, 25/4) tersebut menggambarkan adanya peningkatan pesat perputaran uang judi online.
Artinya, bagi sebagian orang, judi online seperti menjadi “kebutuhan pokok”. Bahkan, kebutuhan pokok rumah tangga pun dinomorduakan. Judol nomor satu, beras nomor dua, gula, minyak goreng dan sejenisnya, nomor sekian.
Baca juga : Dua Wajah “Barisan”
Apakah sampai segitunya? Iya. Secara tidak langsung, data mengenai kinerja penjualan eceran yang dirilis Bank Indonesia (BI) menunjukkan hal tersebut. Data tersebut menunjukkan terjadinya pelambatan atau penurunan penjualan eceran.
Berdasarkan hasil survei BI, Indeks Penjualan Riil (IPR) kuartal I 2025 diperkirakan tumbuh hanya 1,0 persen year on year (yoy). Angka ini lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya (2024) yang tumbuh 1,4 persen, yoy.
Ini menggambarkan bahwa daya beli kian melemah. Itu juga terlihat dari menurunnya jumlah pemudik lebaran lalu.
Baca juga : “Bukan Oknum” Tapi Sistemik
Yang menyedihkan, perputaran uang judi online justru meningkat pesat.
Situasi ini menunjukkan tingkat kegentingan dan parahnya kondisi di masyarakat. “Kegentingan yang memaksa” para pemangku kepentingan serta pembuat kebijakan untuk berbuat lebih dari sekadar antisipasi standar.
Akhir tahun lalu, ramai diberitakan bahwa sudah sekian ribu situs judi online diblokir. Tapi kemarin, salah seorang mantan anggota DPR mengeluhkan adanya iklan situs judi online yang “mampir” ke handphonenya, pada pukul lima pagi. “Mana realisasi janji untuk membasmi judi online,” tagihnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.