Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Namanya Rayyan Arkan Dikha. Usia 11 tahun. Masih SD di Kuantan Singingi, Riau. Gaya menarinya yang atraktif di ujung sampan dalam olahraga pacu jalur, menghentak dunia. Viral. Atlet internasional mengikuti gayanya.
Bagaimana supaya viralitas ini bukan sekadar heboh sesaat? Bagaimana supaya olahraga dan budaya balapan perahu ini bisa berdampak bagi industri pariwisata Indonesia.
Ini yang perlu segera dijawab dan dikerjakan. Sayang sekali kalau pemerintah, terutama pemerintah daerah, tidak segera menangkap peluang ini.
“Auranya sampai ke Paris,” tulis akun resmi klub jura Liga Champions Eropa, Paris Saint-Germain. Akun tersebut megunggah gaya selebrasi para pemain PSG, di antaranya, penyerang yang lagi on fire, Bradley Barcola yang berselebrasi pacu jalur.
Baca juga : 2.000 Triliun Dan Uang Kopi
Di ajang Gold Cup zona Konfederasi Amerika Tengah, Utara, dan Karibia (CONCACAF), gaya penari pacu jalur, juga menular. Diego Luna, pesepakbola Amerika Serikat menari pacu jalur saat berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Guatemala.
Akun resmi F1 tak mau ketinggalan. Gaya pebalap Fernando Alonso “menari pacu jalur” ditampilkan di akun yang diikuti jutaan penggemar balap F1 tersebut.
Ini peluang. Para atlet ternama tersebut sudah ikut mempopularkan secara gratis budaya dan olahraga tradisional kita. Indonesia perlu menyambutnya dengan sigap.
China, yang juga memiliki olahraga balapan perahu seperti ini, sudah lama menjadikannya sebagai komoditas pariwisata. Namanya Festival Perahu Naga.
Baca juga : “Pamer” Boleh, Jangan Lupa Substansi
Saking seriusnya, Festival ini menjadi hari libur resmi di China. Biasanya mengambil waktu di akhir pekan. Tahun ini, Dragon Boat Festival digelar pada 31 Mei-2 Juni 2025.
Riau dan Indonesia jangan mau ketinggalan. Pacu Jalur atau balapan perahu dengan ikon penari cilik yang energik dan atraktif di ujung perahu, bisa dijual ke wisatawan asing atau domestik.
Tentunya dengan syarat. Misalnya, infrastuktur pendukung harus diperbaiki. Akses menuju lokasi Pacu Jalur perlu dibenahi.
Fasilitas wisata di lokasi, juga perlu ditata baik dan rapi. Di antaranya, kebersihan, keamanan, lokasi para pedagang, fasilitas para atlet, kenyamanan penonton, dan sebagainya.
Baca juga : Menumbuhkan Rasa Takut Korupsi
Masyarakat lokal perlu dilatih dan diberdayakan.
Promosi dan branding harus diperkuat. Kualitas acara perlu ditingkatkan. Distandardisasi dan dibuat lebih menarik. Kolaborasi pemerintah, masyarakat dan swasta, sangatlah penting.
Hasilnya kita akan lihat di edisi Pacu Jalur berikutnya. Kalau bisa tahun ini, bagus. Tahun depan juga oke. Yang penting jangan sekadar heboh sesaat, lalu hilang tak berdampak.
Salah satu yang perlu dihindari, jangan sampai di lokasi acara dipenuhi spanduk parpol atau foto caleg dan politisi. Kalau itu yang menjamur, jalurnya bisa melenceng kemana-mana.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.