Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
Sebelumnya
Di lapangan, perintah Presiden jangan dilaksanakan “panas-panas tai ayam” yang hangat dan semangatnya cuma sebentar. Jangan seperti itu.
Gebrakannya harus berkesinambungan, masif, tegas dan tidak pandang bulu. Kalau tidak, dampaknya akan lebih merusak, meluas dan berbahaya.
Baca juga : Bukan “Bangsa Oplosan”
Kepercayaan rakyat, apalagi di tengah masa sulit, perlu diupayakan ekstra keras dan serius. Untuk mengawal dan menjaganya, negara harus hadir dengan kewibawaan dan integritas tinggi.
Kita berharap, perintah Presiden bisa dilaksanakan dengan baik dan tegas. Jangan sampai gagal. Jangan hanya menggebrak di awal.
Baca juga : Menangkal Serakahnomics
Bangsa besar dan kaya berpenduduk 280 juta jiwa yang sudah merdeka selama 80 tahun ini, harus mendapatkan kemerdekaan pangan. Pangan yang aman, tersedia, cukup, dan bergizi. Seutuhnya. Kedaulatan pangan tanpa ada rasa khawatir.
Kedaulatan ini bukan sekadar terpenuhinya kebutuhan pangan nasional. Tapi juga memastikan bahwa negara memiliki kontrol penuh atas produksi, distribusi, dan konsumsi pangan secara adil dan berkesinambungan. Tanpa ada gangguan. Tanpa rasa wasawas. Merdeka!
Baca juga : Bukan Sekadar “Angka Miskin”
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Minggu, 3 Agustus 2025 dengan judul "Bukan Sekadar Rp 100 Triliun"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.