Dewan Pers

Dark/Light Mode

Patung Kobe Bryant Dan Putrinya Dipasang Di Lokasi Kecelakaan

Rabu, 2 Februari 2022 07:29 WIB
Patung Kobe Bryant. (Foto: AP).
Patung Kobe Bryant. (Foto: AP).

RM.id  Rakyat Merdeka - Guna mengenang sang bintang, patung legenda NBA Kobe Bryant dan putrinya, Gianna ‘Gigi’ Bryant, ditempatkan ke lokasi kecelakaan helikopter yang menewaskan keduanya, bersama tujuh orang lainnya di lereng bukit dekat Los Angeles, dua tahun lalu. Patung perunggu seberat 73 kg itu menggambarkan keduanya mengenakan seragam Lakers dan berbagi pandangan penuh kasih. Sementara Gigi memegang tangan Kobe yang bersandar di bahunya sambil membawa bola basket di tangan lainnya.

Berita Terkait : Datang Ke Pengadilan Tipikor Pas Azis Syamsuddin Jalani Sidang Pledoi, Komisi III: Kebetulan Saja...

“Patung tersebut siap menyambut para penggemar yang melakukan pendakian sejauh 2,1 kilometer untuk memberi penghormatan kepada sang legenda olahraga. Ini semua saya sendiri, tidak ada yang meminta saya melakukannya,” kata pembuat patung, Dan Medina, dikutip kemarin. Hari ini spesial karena dia menyaksikan banyak hal. Orang-orang akan datang dan mereka pergi dengan perasaan puas.

Berita Terkait : Taspen Bantu Berdayakan Kaum Disabilitas Di Lampung

Terukir di alas baja patung tersebut sembilan nama korban kecelakaan pada 26 Januari 2020 pagi dalam cuaca berkabut. Termasuk tulisan kutipan terkenal Bryant, “Pahlawan datang dan pergi, tetapi legenda selamanya.” Juara NBA lima kali dalam 20 musimnya bersama Los Angeles Lakers itu, meninggal dunia di usia 41 tahun. Kepergiannya mengejutkan dunia olahraga profesional dan membuat banyak penggemarnya berduka.

Berita Terkait : Melanie Putria, Undang Mantan Suami Ke Resepsi Pernikahan

Sementara, Gigi berusia 13 tahun pada saat kecelakaan, ketika mereka menuju ke turnamen bola basket remaja. Nicole Szuch-Dinets dari Woodland Hills adalah salah satu dari puluhan penggemar yang melakukan perjalanan untuk memberi penghormatan. “Saya ingat ketika ini terjadi. Kami tinggal dekat dari sini dan kami bisa mendengar suara helikopter,” kata SzuchDinets. [KW]