Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Juara dunia bertahan, Max Verstappen mendukung seruan mengubah sistem press conference untuk Formula 1. Setiap akhir pekan, pebalap jet darat memiliki komitmen untuk konferensi pers dengan media peliput event Grand Prix.
Biasanya sesi media day ini dihadiri empat hingga lima pebalap. Asosiasi Pebalap Grand Prix (GPDA) telah menulis surat kepada F1 dan FIA untuk menjelaskan apa yang tidak disukai pebalap, serta apa yang dapat diubah agar format baru konferensi pers lebih baik.
Barisan driver meyakini perbaikan bisa dilakukan sehingga mereka tidak harus berulang kali menjawab pertanyaan sama dari reporter televisi.
Baca juga : Kemenpora: 60 Persen Atlet SEA Games Vietnam Isinya Junior
Hal ini termasuk mengubah jadwal yang sudah ditetapkan sebelum beraksi di lintasan. Sebenarnya, F1 dan FIA telah membatalkan media day resmi pada Kamis untuk musim 2022, dengan menggeser konferensi pers menjadi Jumat pagi.
Hal ini supaya format akhir pekan tiga hari lebih pendek. Tapi, para pebalap tetap sibuk pada Kamis dengan komitmen lain. Bahkan pebalap akan menghadapi hari ekstra panjang pada Jumat, lantaran jadwal baru konferensi pers pagi hari, serta ditambah sesi latihan bebas. Jadwal konferensi pers juga terbukti tidak ideal untuk media.
Memiliki sedikit konten pada Kamis, tetapi harus melaporkan banyak berita pada Jumat pagi, dilanjutkan dengan liputan sesi latihan. Waktu pun seolah terbuang sia-sia.
Baca juga : Komunitas Perempuan Level Up Beri Penghargaan 10 Kartini Masa Kini
“Mestinya, banyak hari di mana kami benar-benar berada di trek dan melakukan banyak hal. Jadi ya, itu pasti perlu diubah, “ kata Verstappen.
Dia lalu mengungkapkan, salah satu frustrasi terbesar baginya adalah cara pebalap harus menghadapi pertanyaan sama dari reporter televisi berbeda. Dan itu terjadi berulang kali.
“Kami melakukan ini (konferensi pers), lalu pergi ke luar, kemudian kami harus berbicara dengan semua media (televisi) secara individu,” tuturnya.
Baca juga : Formula 1, Ferrari Mau Upgrade Mesin
“Tetapi mereka semua menanyakan pertanyaan sama. Pada dasarnya Anda mengulang jawaban enam atau tujuh kali. Anda mencoba membuatnya tetap menarik dan mengatakannya dengan cara berbeda.” [KW]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya