Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Bagaimana peran federasi sepak bola nasional PSSI? Jawabannya sederhana, bagaimana kita bisa membersihkan lantai rumah kita dengan menggunakan sapu kotor? Tidak menjadi bersih, tapi justru semakin kotor.
Cerita kebusukan para pengurus PSSI sudah menjadi cerita lama. Mereka tidak menjadi pemecah masalah, tapi justru bagian dari masalah yang harus dibersihkan.
Hal ini terbukti dengan ditetapkannya Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono dan beberapa anggota Komite Eksekutif PSSI sebagai tersangka match fixing dan perusakan barang bukti terkait match fixing.
Baca juga : KPSN Siap Bersihkan PSSI dari Mafia Bola
Tragedi match fixing juga kita alami saat pertandingan final Piala AFF 2010 di mana Timnas Indonesia “dipaksa” mengalah terhadap tuan rumah Malaysia. Terjadinya campur tangan mafia bola dalam pertandingan tersebut diungkapkan Manager Timnas Andi Darussalam Tabusalla beberapa waktu lalu.
Kejadian tersebut benar-benar merupakan penghinaan terhadap kehormatan bangsa dan negara. Mengapa mafia sepak bola Indonesia sulit sekali dihapuskan?
Menurut penuturan Suhendra Hadikuntono, Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN), karena melibatkan beberapa "tokoh besar" yang "untouchable" (tak tersentuh), yang dilindungi tokoh besar yang dekat dengan kekuasaan.
Baca juga : Kemenpora Ingin Pramuka Perluas Sinergi dengan BUMN dan Swasta
Penjelasan Suhendra ini diamini tokoh suporter nasional KP Norman Hadinegoro dan beberapa pemerhati sepak bola Indonesia.
Bagaimana kita bisa mengembalikan marwah sepak bola Indonesia melalui pertandingan yang penuh sportivitas dan orientasi pada prestasi?
Usaha keras dari KPSN yang tanpa pamrih harus kita dukung untuk membongkar habis mafia sepak bola Indonesia. Ini pasti bukan tugas yang gampang karena pengurus PSSI saat ini terlihat tidak kooperatif.
Baca juga : Bamsoet: Demokrasi Harus Bisa Sejahterakan Rakyat
Pengurus PSSI selama ini berlindung di balik Statuta PSSI dan Statuta FIFA yang tidak menginginkan campur tangan pemerintah dan pihak luar PSSI. [WUR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya