Dewan Pers

Dark/Light Mode

Timnas Argentina

Kesempataan Terakhir `Si Kutu` Bersinar

Jumat, 24 Juni 2022 07:00 WIB
Lionel Messi. (Foto: Getty Images).
Lionel Messi. (Foto: Getty Images).

RM.id  Rakyat Merdeka - Timnas Argentina akan kembali menyemarakkan Piala Dunia 2022 di Qatar. Lionel Messi akan tetap jadi andalan tim berjuluk Albiceleste ini.

Pada kompetisi kali ini, Argentina berada di Grup C bersama Arab Saudi, Meksiko, dan Polandia.Jika melihat dari statistik, tentu saja Argentina diunggulkan sebagai juara grup. Pasalnya, Arab Saudi tak punya catatan terlalu apik di Piala Dunia. Hanya Meksiko dan Polandia yang mungkin akan memberi Argentina batu sandungan.

Polandia akan diperkuat dengan Robert Lewandowski yang terbukti masih jadi mesin gol tertajam di Eropa.

Tapi, Tim Tango – julukan Argentina juga memiliki sejumlah pemain bintang yang patut diwaspadai. Selain Lionel Messi, mereka punya Angel Di Maria dan Nicolas Otamendi. Keduanya akan tetap jadi andalan pelatih Lionel Scaloni.

Giovani Lo Celso dan Rodrigo De Paul juga telah menjadi bagian penting dari tim di bawah Scaloni. Sementara Emiliano Martinez mapan sebagai kiper pilihan pertama.

Berita Terkait : Korban Meninggal Kecelakaan Labusel Sumut Terima Santunan Jasa Raharja

Nama lain di lini serang adalah Lautaro Martinez. Dia akan terus diandalkan selama kondisi fisiknya benar-benar fit.

Perjalanan Argentina ke putaran final Piala Dunia 2022 tidak terlalu mulus, tapi juga tidak terlalu berat. Lionel Messi dan kolega finis sebagai runner up pada babak kualifikasi, mereka terpaut enam angka dengan Brazil.

Meski demikian, capaian mereka cukup apik karena tanpa kekalahan. Mereka menang 11 kali dan seri enam kali.

Argentina akan menjadi salah satu favorit untuk memenangkan Piala Dunia Qatar 2022. Ini karena mereka adalah pemenang Copa America 2021.

Belum lagi, mereka sempat mengalahkan Italia di Finallisima 2022, ini membuktikan betapa menakutkannya tim ini.

 

Berita Terkait : Barikade Gus Dur Ingatkan Cak Imin Santun Berpolitik

Timnas Argentina masih memercayakan Lionel Scaloni sebagai pelatih mereka. Scaloni sudah bersama Argentina sejak 2018. Mulanya, ia ditunjuk sebagai asisten pelatih Jorge Sampaoli.

Kemudian Scaloni diberi tanggung jawab membina tim muda terlebih dahulu sebelum menjadi pelatih tim utama Argentina pada 2020.

Bersama Albiceleste, sang manajer sudah mempersembahkan satu trofi Copa America dan Piala Conmebol UEFA Cup. Scaloni berharap anak asuhnya bisa mengulangi Piala Dunia 2014 dimana saat itu Lionel Messi dan kawan-kawan bisa melaju hingga laga final sebelum akhirnya dikalahkan Jerman.

Scaloni menilai para peserta di Grup C mempunyai kekuatan merata. “Ini grup yang sulit. Tapi saya katakan kepada orang-orang: tenang dan nikmati Piala Dunia,” kata dia.

Jika berbicara tentang pemain bintang yang ada di Timnas Argentina, tentu saja jawabannya adalah Lionel Messi. Meski mendapat banyak kritikan sejak bergabung dengan Paris Saint Germain (PSG), tapi penampilan pria berjuluk La Pulga alias Si kutu di level Timnas masih ciamik.

Berita Terkait : Tips Aman Milenial Penuhi Kebutuhan Dan Mengatur Keuangan

Pada babak Kualifikasi Piala Dunia 2022, Messi mencetak tujuh gol. Ia mempersembahkan trofi Copa America 2021 untuk negaranya beberapa waktu lalu.

Bisa dibilang, Piala Dunia 2022 ini adalah kesempatan terakhir Lionel Messi untuk menambahkan medali pemenang ke lemari trofinya yang mengesankan. “Kami terus berkembang, itulah yang kami cari. Kami bekerja hari demi hari untuk meningkat lebih jauh,” ujar Messi.

Kiprah Argentina di Piala Dunia cukup apik. Sejauh ini, mereka sudah punya dua trofi Piala Dunia. La Seleccion juga dikenal sebagai Albiceleste alias putih dan biru langit, telah muncul dalam empat final Piala Dunia, termasuk final pertama di 1930, mereka kalah 4–2 oleh Uruguay.

Argentina menang dalam penampilan akhir mereka berikutnya di 1978, mengalahkan Belanda 3–1. Argentina, yang dipimpin Diego Maradona menang kembali kompetisi tersebut pada tahun 1986, mengalahkan Jerman Barat 3-2.

Penampilan final Piala Dunia terbaru mereka berada di 1990, sayangnya mereka kalah 0-1 dari Jerman lewat adu pinalti. ■