Dewan Pers

Dark/Light Mode

Demi Seimbangkan Keuangan Klub

Barca Usir Braithwaite

Sabtu, 6 Agustus 2022 07:00 WIB
Martin Braithwaite. (Foto: Getty Images).
Martin Braithwaite. (Foto: Getty Images).

RM.id  Rakyat Merdeka - Klub raksasa Spanyol Barcelona telah menghabiskan banyak uang demi mendatangkan pemain mahal, pada bursa transfer pemain musim panas ini. Tapi di sisi lain, Barca melakukan pengusiran sejumlah pemain demi menyeimbangkan finansial.

Terbaru, giliran Martin Braithwaite yang jadi korban dari kenekatan Barca menghambur-hamburkan uang di bursa transfer meski sedang mengalami krisis finansial. Seperti dikutip The Marca, kemarin, pemain asal Denmark itu menolak tunduk pada keinginan klub untuk memutus kontraknya secara cuma-cuma musim panas ini.

“Saya tidak akan meninggalkan Barcelona kecuali diberi kompensasi berupa gaji penuh untuk dua tahun terakhir kontrak,” kata Braithwaite.

Berita Terkait : Perbaikan Lingkungan Butuh Peran Swasta

Seperti diketahui, kontrak Braithwaite di Barca berdurasi empat tahun saat didatangkan dari Leganes pada 2020 lalu. Artinya, dia masih punya kesempatan dua musim lagi mengenakan seragam Barca sebelum kontraknya habis musim panas 2024.

Barcelona juga diketahui sedang berencana memutus kontrak beberapa pemain tanpa kompensasi apa pun. Tujuannya, untuk menyeimbangkan neraca finansial mereka agar bisa mendaftarkan para pemain yang mereka rekrut pada musim panas ini.

Klub raksasa La Liga itu memang jor-joran dalam mendatangkan beberapa nama pemain top. Diantaranya Robert Lewandowski, Raphinha dan Jules Kounde. Namun sumber pendanaan mereka berasal dari tuas ekonomi dengan menjual beberapa aset penting klub ke pihak ketiga yang membuat mereka beresiko bangkrut di masa depan.

Berita Terkait : Pakai Rompi Oranye Dan Tangan Terborgol, Mardani Maming Resmi Ditahan KPK

Sebelum Braithwaite, Frenkie de Jong pernah diusir Barca dengan cara pemutusan kontrak. Tapi, pemain asal Belanda itu juga menolak pergi sebelum sisa gajinya sebesar 17,1 juta euro atau sekitar Rp 260,5 miliar dibayar.

Pengusiran terhadap pemain yang belakangan jadi buruan Manchester United musim panas ini bahkan sempat disorot Gary Neville. Legenda Setan Merah itu menilai, tindakan Barca terhadap pemain 25 tahun itu adalah salah satu bentuk ketidakpedulian klub kepada pemain.

“Saya sebenarnya tidak peduli ia gabung United atau tidak. Tapi, gaji itu adalah uang yang menjadi hak mereka. Jika tidak dibayar, Barca adalah sebuah aib bagi nama besar mereka,” kecam Neville di Twitter. ■