Dewan Pers

Dark/Light Mode

Piala AFF U-16 Indonesia vs Myanmar

Algojo Siap Eksekusi

Rabu, 10 Agustus 2022 07:00 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia U-16. (Foto: ANTARA).
Pesepak bola Timnas Indonesia U-16. (Foto: ANTARA).

RM.id  Rakyat Merdeka - Timnas Indonesia akan melawan Myanmar di semifinal Piala AFF U-16 2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakata, malam ini.

Berbagai strategi disiapkan Pelatih Bima Sakti, termasuk menyiapkan beberapa pemain algojo bila pertandingan harus diselesaikan dengan drama adu penalti.

Bima mengatakan, partai krusial dan penting biasanya akan berakhir dengan adu penalti. Jika terjadi adu penalti, tentu itu akan amat berbahaya bagi Timnas Indonesia.

Namun, eks pemain Timnas In­do­nesia era 1990-an itu mengatakan, para pemainnya sudah berlatih adu penalti.

Berita Terkait : Lawan Barito, Kiper Andalan PSS Sleman Siap Berlaga

“Kami tadi latihan skema bagaimana menyerang dan juga bertahan. Kami juga sudah antisipasi seandainya terjadi penalti. Kami sudah latih dari kemarin-kemarin,” kata Bima kepada awak media, kemarin.

Menurutnya, adu penalti merupakan skenario yang tidak diinginkannya. Selain ditentukan faktor keberuntungan, bermain lebih dari 90 menit akan menguras banyak stamina.

Untuk mengantisipasi hal itu, Bima ingin timnya mengunci kemenang­an dalam 90 menit. Bima juga ingin para pemainnya tampil agresif, tapi sabar.

“Pokoknya kami berusaha bisa bikin gol secepat mungkin. Kalau tidak bisa, kami sabar mainnya. Kami harus lebih aman dengan memenangkan pertanding­an dal­am 90 menit,” tutupnya.

Berita Terkait : The Guardian Siap Jaga Hasil Positif

Timnas Indonesia U-16 melaju ke babak semifinal dengan predikat sebagai juara Grup A, usai meraih poin sempurna, sembilan poin dari tiga laga yang mereka lakoni.

Pertama, anak asuh Bima mengalahkan Filipina 2-0, kemudian membenamkan Singapura 9-0 dan terakhir me­naklukkan Vietnam 2-1.

Jelang pertandingan semifinal, Bima tak hanya memberikan materi latihan dalam hal teknik dan strategi.

Segi mental pun dirasa sangat penting. Untuk itu, dirinya kembali mengasah kedisiplinan Muhammad Iqbal Gwijangge dan kawan-kawan. Tujuannya, untuk meningkatkan mental saat pertandingan nanti.

Berita Terkait : Lawan Dewa United, Mario Jardel Siap Perkuat Persita

Menurutnya, ini pembelajaran untuk pemain. Tim pelatih dan ofisial sudah mengedukasi, memberi ilmu dan memposisikan diri sebagai orang tua, kakak, atau teman.

“Bukan hanya ilmu bola saja, tapi di luar lapangan itu sangat penting agar mereka bisa belajar,” kata Bima. ■