Dark/Light Mode

Indonesia Vs Guam, Semoga Tragedi Kanjuruhan Tak Bikin Mental Pemain Kendor

Senin, 3 Oktober 2022 07:45 WIB
Para pemain timnas U-17. (Foto : PSSI)
Para pemain timnas U-17. (Foto : PSSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelatih tim U-17 Indonesia, Bima Sakti meminta anak asuhnya fokus dalam laga perdana Kua­lifikasi Piala Asia U-17 melawan Guam, Senin (3/10) di tengah kabar insiden Kanjuruhan Malang.

Skuad Garuda Asia menargetkan kemenangan di pertandingan yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat.

“Saya sudah disampaikan agar tidak terlalu dipikirkan, serahkan masalah itu ke yang berwenang. Yang pasti kami berduka dengan kejadian ini, karena sudah gembira kompetisi berjalan, timnas di beberapa level mengejar prestasi," kata Bima Sakti, kemarin.

Baca juga : Sepak Bola Dunia Berduka

Bima meminta agar penonton yang hadir di Stadion Pakansari nanti bisa mengambil pelajaran dari kasus insiden di Kanjuruhan. Apalagi, ini merupakan laga internasional yang menghadirkan negara-negara lain bermain di Indonesia.

Indonesia tergabung dalam Grup B yang diisi Guam, Palestina, Uni Emirat Arab (UEA) dan Malaysia. Semua pertandingan Grup B akan berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. “Yang kami harapkan penonton bisa hadir dukung secara fair play, tertib, jaga keamanan,” kata Bima.

Bima menjelaskan sudah mematangkan taktik untuk melawan Guam di laga perdana. Tim pelatih juga sudah melihat laga perdana Guam yang dikalahkan UEA dengan skor 0-9.

Baca juga : Diawali Mengheningkan Cipta Tragedi Kanjuruhan, Real Madrid Ditahan Osasuna

“Kami sudah lihat Guam lawan UEA, mereka tim Bagus, solid, cara bertahan sabar. Pekerjaan buat kami untuk kerja keras lagi untuk memenangkan pertandingan,” jelas Bima.

Menurutnya, anak asuhnya tidak terbebani dengan kemenangan UEA atas Guam dengan skor akhir 9-0. Di pertandingan lainnya, Malaysia juga sukses meraih kemenangan dengan skor 4-0 atas Palestina.

Bima menegaskan, hal terpenting untuk anak asuhnya agar bisa memenangkan laga tanpa melihat skor. “Yang paling terpenting kami memenangkan pertandingan, kemudian kami akan rotasi pemain, kemenangan tujuan utama,” jelasnya.

Baca juga : Tanggapi Tragedi Kanjuruhan, KSP: Tahan Diri, Jangan Sebar Konten Kerusuhan

Sementara itu, Pelatih tim U-17 Guam, Samuel San Gil, mengatakan bahwa para pemainnya mewaspadai kualitas Indonesia di Grup B. Indonesia menjadi kampiun di Piala AFF U-16 2022 pada Agustus lalu.

Menurut Samuel, hal itu menunjukkan tim berjuluk Garuda Asia tersebut merupakan skuad yang tangguh. “Saya mengetahui Indonesia memenangi turnamen terakhir mereka. Jadi kami harus bekerja keras menghadapi Indonesia,” ujar Samuel. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.